BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi barat Jalan Ronggolawe, tepatnya di emper sebelah timur Ruko Ronggolawe, Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak sebuah gerobak dan tenda. Di samping gerobak terlihat dua perempuan sedang sibuk melayani pelanggan. Satu di antaranya yakni Tri Endah Sulistiani (30), pemilik dari Ayam Geprek Super Kriuk.
Seusai melayani pelanggannya, perempuan yang akrab disapa Lilis tersebut sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia menuturkan, merintis usaha ayam geprek sekitar setahun yang lalu. Hal itu dipilihnya, karena usaha yang dimiliki sebelumnya gulung tikar akibat pandemi Covid – 19.

Baca juga : Pertahankan Kualitas, Ayam Geprek Sadis Abis Ramai Diburu Pembeli
“Sebelum memiliki usaha Ayam Geprek Super Kriuk, usaha saya itu jualan ayam. Dengan menyetori daging ayam ke beberapa pelanggan. Namun karena virus corona, omzetnya turun drastis dan saya pun memutuskan untuk berhenti berjualan ayam,” ujar Lilis kepada Betanews.id, Jumat (19/2/2021).
Perempuan yang tercatat sebagai warga Kelurahan Wergu Kulon, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus mengatakan, padahal usaha jualan ayam merupakan usaha turun temurun dari eyangnya. Menurutnya, eyangnya dulu merupakan seorang pedagang ayam, yang kemudian diwariskan oleh ibunya dan lalu dirinya. Dia mengaku, menjalani usaha jualan ayam sekitar tiga tahun.
“Selama tiga tahun jualan ayam sangat lancar. Bahkan saya sudah punya banyak pelanggan. Namun, adanya pandemi memupus semua harapanku dan penjualan ayam turun drastis. Sebenarnya, sayang juga melepas usaha warisan turun – temurun, tapi bagaimana lagi dari pada rugi,” ungkapnya.
Dia mengatakan, di tengah kegalauannya berhenti berjualan ayam tersebut, ada temannya warga Kecamatan Undaan mengajak kerja sama untuk membuka usaha ayam geprek. Dia pun mengaku langsung menyetujuinya. Sebab saat itu yang di pikirannya, bagaimana punya usaha lagi. Oleh sebab itu saat ada tawaran kerja sama usaha ayam geprek, ia pun dengan senang hati menerimanya.
“Dari pada tidak ada kegiatan, saya pun menerima tawaran dari temanku, untuk jualan ayam geprek,” beber perempuan yang dikaruniai satu anak tersebut.
Baca juga : Menikmati Sedapnya Soto Geprek, Menu Unik yang Hanya Ada di Geprek Uenakkene
Setelah ada kesepakatan, lanjutnya ia pun mencari lokasi untuk berjualan. Dia mengaku, Ayam Geprek Super Kriuk dijual Rp 6 ribu per potong, tanpa nasi. Kalau tambah nasi harganya juga tambah Rp 2 ribu. Dia bersyukur, Ayam Geprek Super Kriuk sangat laris dan diminati banyak orang.
“Alhamdulillah Ayam Geprek Super Kriuk diminati banyak orang. Dalam sehari saya bisa jual lebih dari 180 porsi,” kata Lilis.
Editor : Kholistiono

