BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah anak terlihat semringah saat diundang untuk maju menerima medali dan piagam di sebuah aula yang ada di Klenteng Hok Hien Bio, Minggu (26/12/2021).
Usai penyerahan medali, mereka bergantian maju menunjukkan gerakan-gerakan seni beladiri yang diajarkan perguruan Bangau Putih. Kegiatan tersebut tak lain adalah penyerahan medali Kejuaraan Daerah (Kejurda) Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Jawa Tengah 2021 yang digelar di SMP Kanisius pada 17-19 Desember lalu.
Satu di antara sejumlah atlet di sana yakni Nisya Kelinna Alegra. Sambil memegang dua piagam dan dua medali emas yang mengalungi lehernya, anak perempuan berusia 11 tahun itu berbagi cerita kepada betanews.id tentang hasil lomba tersebut.

Baca juga : Terobosan Baru, Kejurda AKTI 2021 di Kudus Gunakan Aplikasi Penjurian Agar Transparan
Berkat ketekunannya dalam berlatih, anak kedua dari tiga bersaudara itu berhasil memperoleh dua medali emas. Nisya sapaan akrabnya, sudah mempersiapkan diri selama dua bulan untuk mengikuti Kejurda Jawa Tengah. Dalam sehari, Nisya menghabiskan waktu dua hingga tiga jam untuk berlatih.
“Sehari saya berlatih biasanya hingga tiga jam. Ini tadi dapat dua medali emas, dua piagam dan dua amplop berisi uang. Saya ikut kategori jurus kreasi dan perguruan. Rencananya akan saya tabung dan saya gunakan saat butuh nanti,” ungkap anak yang bercita-cita menjadi tentara itu.
Muhammad Suyanto (37), orang tua Nisya membeberkan, bahwa putrinya memang tekun berlatih. Demi mendukung putrinya, pria yang akrab disapa Suyanto itu juga ikut meluangkan waktu untuk menemani latihan.
“Nisya ini anak yang tekun dan tidak mau ketinggalan dari teman-temannya. Bahkan, jika terlambat berangkat latihan dia akan marah. Jadi saya juga berusaha memberi semangat dan menemaninya berlatih setiap hari,” ujar warga Desa Kaliputu, RT 4 RW 3, Kecamatan Kota, Kudus.
Suyanto menjelaskan, awal mula Nisya ikut perguruan Bangau Putih, karena tertarik saat mendengarkan cerita dari teman kakanya. Kemudian dia mengantar putrinya untuk ikut bergabung di perguruan Bangau Putih.
“Waktu itu Nisya masih kelas 2 SD. Karena keinginannya sendiri dan itu hal yang bagus, ya saya pasti dukung. Sekarang sudah kelas 5 SD, tahun lalu juga mendapat medali emas. Jadi ini bukan yang pertama,” jelasnya.
Dia juga merasa senang dengan adanya AKTI di Kudus. Suyanto berharap, AKTI Kudus bisa memberikan fasilitas dan dorongan bagi para atlet agar lebih berkembang.
Baca juga : Kejurda AKTI Jateng Diikuti 84 Atlet Kungfu dengan 198 Jurus
Di lokasi yang sama, Ketua AKTI Kudus, Valerie Yudistira Pramudya mengaku bangga atas pencapaian atlet Kudus. Pihaknya akan terus mendorong para atlet agar terus meningkatkan prestasi.
“Kita harus terus berkembang. Target tahun depan, Kudus bisa menjadi juara umum. Menurut saya masih banyak yang harus ditingkatkan, dari segi latihan atlet atau pembinaan,” tambah Owner Sidji Coffee itu.
Editor : Kholistiono

