BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah orang mengenakan baju warna putih tampak fokus melihat aksi seorang anak perempuan yang meragakan jurus di sebuah layar. Mereka tak lain adalah Juri Kejurda Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) 2021 yang sedang melakukan proses penjurian di SMP Kanisius Kudus.
Satu di antara sejumlah juri di sana yakni Master Tjia Eng Bie. Saat tiba waktu istirahat, ia sudi berbagi penjelasan kepada Betanews.id tentang kegiatan tersebut. Menurutnya, antusias peserta sangat baik. Kejurda AKTI 2021 diikuti 84 orang peserta dari 16 perguruan se Jawa Tengah.
“Total keseluruhan ada 84 peserta yang mengikuti Kejurda AKTI 2021. Dari puluhan peserta, ada 198 jurus dari berbagai aliran,” terangnya saat ditemui di SMP Kanisius, Jumat (18/12/2021).
Baca juga: Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Kejurda, Valerie: ‘Pai Chiu Kami untuk Kungfu Tradisional Indonesia’
Dia juga menjelaskan, banyak aliran dan jurus yang dilombakan. Selain itu juga ada kelas yang dilombakan, yaitu usia D, C, B, dan A, senior A dan B, serta Veteran A dan B.
“Banyak aliran dan jurus, misal tangan kosong, dari usia D hingga veteran. Kemudian tangan kosong kreasi, senjata pendek, senjata pendek kreasi, senjata panjang, senjata panajang kreasi, kemudian beregu. Setiap kelasnya untuk putra dan putri,” katanya.
Meski berjalan lancar, ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) Kudus, Valerie Yudistira Pramudya mengungkapkan, pihaknya akan tetap mengantisipasi jika ada pemadaman listrik dan gangguan jaringan internet di sana. Hal tersebut dikarenakan proses penjurian dilakukan secara online dan ditayangkan secara live di Youtube.
“Karena proses penjuriannya secara online dan live streaming, jadi akan kami antisipasi jika ada pemadaman listrik. Ini kan baru hari pertama, masih ada dua hari kedepan,” ujar Owner Sidji Coffee itu.
Wakil Sekretaris AKTI Kudus, Yustinus menambahkan, agenda terdekat DPC AKTI Kudus akan melakukan pembinaan atlet. Saat ini sudah ada 40 atlet yang dinaungi AKTI Kudus, tapi pada Kejurda 2021 ini baru 14 atlet yang tidak ikut.
“Jadi kami akan maksimalkan dan merekrut sebanyak-banyanya atlet. Yang belum ikut akan dilakukan pembinaan agar bisa berkembang. Kami juga akan mengikutkan para atlet untuk ikut kegiatan lain yang berhubungan sengan olaheaga kungfu,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

