31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Pagelaran Wayang Kolaborasi Sandosa Tandai Kebangkitan Event Budaya di Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Pagelaran kesenian budaya di Kota Solo mulai bangkit kembali. Salah satunya ditandai dengan adanya pertunjukan seni rakyat, yakni ‘Pentas Seni Suran’ yang menyajikan wayang kolaborasi Sandosa. Wayang ini merupakan perpaduan wayang kulit dan wayang orang dalam satu panggung.

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kota Surakarta  bekerja sama dengan Sanggar Wayang Gogon dan Wayang Orang Sriwedari. Dalam pagelaran tersebut ditampilkan cerita “Tripama Kawedhar” dan dilaksanakaan di halaman Sentra IKM Semanggi, Pasar Kliwon Solo, Sabtu (24/10/2021) malam.

Acara tersebut diawali dengan pertunjukan reog singo barong, dan kirab sesaji tarian umbul dongo. Dalam kirab tersebut, penari membawa tumpeng dengan cara diangkat bersama-sama. Kemudian acara tersebut diresmikan dengan pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa.

-Advertisement-

Baca juga: Puluhan Kuliner Khas Solo Akan Ramaikan Festival Kuliner Online

Adapun pagelaran wayang Sandosa tersebut berlagsung selama 1,5 jam.  Pertunjukan itu melibatkan 15 dalang, 20 pengrawit beserta sinden serta 25 penari wayang orang.

Dalang pagelaran tersebut, Gogon Margono menjelaskan, lakon Tripama Kawedar menceritakan tentang sebuah kisah kepahlawanan tiga tokoh, yakni Raden Bambang Sumantri, Kumbokarno, dan Karno.

“Kami kolaborasikan pertunjukan wayang kulit dengan wayang orang. Salah satu tujuannya agar masyarakat khususnya anak-anak bisa mudah memahami cerita, tokoh, dan mencintai wayang, baik itu wayang kulit atau wayang orang,” ungkap Gogon.

Baca juga: Setelah Anak-Anak Boleh Masuk, Taman Satwa Taru Jurug Langsung Ramai Pengunjung

Gogon menjelasakan bahwa peran tokoh wayang Karno merupakan seorang kesatria yang berperang membela saudara. Adapun tokoh tersebut diceritakan sangat mencntai kelima saudaranya  dan membuatnya rela berkorban. Selain itu, tokoh Bambang Sumantri juga menggambarkan kecintaan kakak pada adiknya.

Sedangkan tokoh yang satu lagi yakni, Kumbokarno merupakan satria yang gigih membela negara. Tokoh tersebut digambarkan tidak peduli dengan keluarganya namun dirinya rela berkorban untuk negaranya.

“Kami berharap pagelaran lakon ini bisa membuat masyarakat meneladani kegigihan perjuangan untuk membela tanah air dalam hal ini memajukan bangsa dan negara,” tutup Gogon.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER