BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan tak akan membatasi kreatifitas seniman jalanan di Kota Solo. Itu disampaikannya saat menemui mereka di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (31/8/2021).
Bahkan, Gibran mengatakan akan mencarikan ruang khusus baru untuk jadi wadah mereka berkreasi. Dirinya juga mengatakan tidak akan membatasi kreativitas para seniman.
“Yang jelas kita nggak akan membatasi teman-teman yang kreatif itu. Nggak ada hubungannya sama vandalisme. Wes beda orang, beda komunitas,” ujar Gibran.
Baca juga: Vandalisme Kritik Pemerintah di Solo, Gibran: ‘Itu Siapa yang Bikin, Silakan Ketemu Saya’
Meski Kota Solo saat ini sudah penuh dengan karya seni mural, dirinya merasa tidak masalah dengan hal tersebut. Dirinya juga mengaku sudah mendapatkan beberapa tempat yang diajukan oleh para seniman
“Ya ada beberapa tempat yang sudah diajukan. Yang penting nanti koordinasi ke yang punya rumah, tembok kelurahan setempat. Dah itu aja,” tuturnya.
Selain di pusat kota, menurut Gibran, tembok-tembok di gang-gang sempit perkampungan juga bisa dijadikan media untuk membuat mural. Menurutnya, Kota Solo mempunyai banyak seniman-seniman yang mempunyai ide-ide kreatif.
“Saya tidak membatasi nanti kontennya mereka seperti apa, art worknya seperti apa, nggak. Nggak ada yang harus kita kondisikan atau apa, nggak harus mendukung pemerintah. Ini murni seni kok,” tandasnya.
Salah satu seniman mural, Tatuk Marbudi (40) menambahkan, pertemuannya dengan Gibran untuk menyamakan persepsi pelaku seni dengan pemerintah. Selain itu, dirinya juga mengatakan ingin membuat karya baru yang dapat menjadi daya tarik bagi Kota Solo.
Baca juga: Respon Aksi Vandalisme, Gibran: ‘Kalau Corat-Coret, yang Bisa Dinikmati Banyak Orang Lah’
“Sebenernya kita menyamakan persepri saja. Oh apa sih yang terjadi di jalanan yang kemudian apa yang tidak dipahami oleh pemerintah, dan apa yang tidak kita pahami tentang peraturan. Sebenarnya cuma ‘yok ngapain lagi yang menarik untuk di Solo’ seperti itu,” ujarnya.
Tatuk menegaskan, pertemuan itu tidak ada hubungannya dengan aksi vandalisme yang sedang marak belakangan ini.
“Di jalan banyak (karya seni), ada yang legal ataupun yang illegal. Obrolannya tadi kenapa harus ilegal kalau bisa dilegalkan. Bagaimana sebenarnya menggambar di jalan itu, izinnya seperti apa, birokrasinya akan seperti apa gitu,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

