Keluh Kesah Guru Jelang PTM, Mulai Waktu Tak Maksimal hingga Dicurhati Wali Murid

BETANEWS.ID, SEMARANG – Pembelajaran tatap muka (PTM) di Semarang bakal dilaksanakan mulai 30 Agustus 2021 mendatang. Meski demikian, beberapa guru berpendapat jika PTM dengan pembatasan waktu pembelajaran 4 jam tak maksimal.

Guru SD Negeri Kalibanteng Kulon 01, Ringga Dwi Anggraeni mengatakan, pembelajaran dengan pembatasan waktu hanya empat jam pembelajaran membuatnya kurang puas untuk memberikan penjelasan materi kepada para siswa.

“Empat jam pembelajaran sama halnya dengan 120 menit atau 2 jam. Biasanya waktu yang efektif untuk pembelajaran sekitar 140 menit,” jelasnya, Jumat (27/8/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Ganjar Izinkan Sekolah di Jateng Gelar PTM Mulai 30 Agustus, Ini Syaratnya

Menurutnya, waktu dua jam buat pembelajaran siswa masih kurang, meski pembelajaran dicampur luring dan daring. Melihat hal itu, dia sebagai guru merasa kurang puas ketika menjelaskan materi kepada siswa.

“Sedangkan materi masih banyak, menurut saya waktu dua jam buat anak masih kurang,” keluhnya.

Meski demikian, dia menyambut  baik pembelajaran tatap muka yang akan dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2021 mendatang.

Menurut Ringga, pemerintah sudah menyiapkan skema yang harus dilakukan sebelum memutuskan regulasi tersebut. Untuk itu, pemerintah sudah tepat mengesahkan pembelajaran tatap muka lantaran sudah matang dari berbagai segi.

“Kebijakan pemerintah sudah mantap dan sudah disahkan juga PTM. Semoga  dapat berjalan dengan baik,” harapnya.

Baca juga: TK, SD, dan SMP di Semarang Laksanakan PTM Mulai 30 Agustus

Hal berbeda diceritakan guru Kusuma Bhakti Semarang Kiki Aulia Rahmawati. Ia mengatakan, sejak dia menjadi guru di tengah pandemi, dirinya sering kali mendapatkan cerita dari siswa maupun orang tua yang rindu dengan pembelajaran tatap muka.

“Saya seringkali mendapatkan curhatan dari siswa dan orang tua siswa mengenai pembelajaran tatap muka. Apalagi, pembelajaran tatap muka bisa interaksi dengan teman-temannya dan guru, ” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER