BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang wanita paruh baya terlihat sedang menjemur lembaran bambu di depan rumahnya yang berada di Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Setelah menjemur, ia kemudian menganyam lembaran bambu itu. Wanita itu terlihat lihai menganyam satu per satu lembaran bambu hingga menjadi sebuah besek. Ia adalah Siti Rukayah (56) Pembuat Besek.
Siang itu, wanita yang sering disapa Siti memceritakan tentang usaha beseknya yang kini kebanjiran orderan menjelang Iduladha. Sehari-hari, ia menyediakan besek biasa dan besek sarang walet.
“Walau pandemi, pemesanan besek bambu untuk Iduladha tidak ada penurunan sama sekali. Tetap ramai,” ujarnya Selasa (13/7/2021).
Baca juga: Penjualan Hewan Kurban di Kudus Meningkat Dibanding Tahun Lalu, Disebut Ada Andil Hartopo
Siti mengatakan, sepekan mendekati Hari Raya Kurban, ia sudah menjual ribuan besek. Proses pemesananya itu sudah ia terima sejak sebulan lalu.
“Karena pemesanannya banyak, biasanya dilakukan satu bulan sebelum Iduladha,” beber Siti.
Kemudian saat ditanya tentang bahan bakunya, meski ramai, Siti mengatakan tidak ada persiapan apa-apa. Karena bahan baku masih mudah untuk didapatkan. Pelanggan Siti kebanyakan juga dari Kudus sendiri.
“Untuk ukuran, saya menyediakan berbagai macam ukuran besek, mulai 9 Cm, 13 Cm, 15 Cm, 17 Cm, 18 Cm, dan 20 Cm,” ungkapnya.
Baca juga: Pastikan Laik Konsumsi, Kesehatan Hewan Kurban di Kudus Dipantau Ketat
Untuk masa pengerjaanya, dalam sekali pemesanan, Siti bisa mengerjakan 10 sampai 14 hari. Jangka waktunya disesuaikan. Jadi kalau sepi ya bisa cepat kalau ramai ya paling lama 14 hari.
“Karena pemesanan beseknya mencapai ribuan, dalam satu bulan ini, Saya bisa meraup omzet hingga Rp1,3 juta,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

