BETANEWS.ID, KUDUS – Sang Penjaga Muria, Muhammad Shokib Garno Sunarno (57) wafat, Selasa (6/7/2021) malam, saat menjalani perawatan sekitar 15 hari di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati. Pemakaman dilaksanakan di Pemakaman Pelem, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus pada Rabu (7/7/2021) pukul 03.30.
Hal tersebut diungkapkan kerabatnya, Teguh Budi Wiyono yang juga selaku anggota perkumpulan masyarakat pelindung hutan (PMPH). Dalam penjelasannya, Shokib sudah sakit sejak 19 Juni 2021. Setelah dirawat di rumah selama empat hari, ia kemudian dilarikan ke RSUD Soewondo.
“Jumat tanggal 18 Juni itu saya masih ketemu, pagi dan siang. Saya juga tidak tahu sakit apa, beliau masih sehat saat ditemui. Kemudian hari Sabtu itu sudah tidak bisa dihubungi dan kami diberi kabar jika Pak Shokib dirawat di rumah sakit,” terangnya, Rabu (7/7/2021).
Baca juga: Cegah Erosi, PMPH Tanam Seratusan Pohon di Wilayah Kritis Gunung Muria
Terakhir bertemu, pria yang akrab disapa Teguh itu diajak menanam Eukaliptus di Puncak 29. Sebelumnya, tanaman itu sudah ditaman, tetapi belum sampai area puncak, karena mengutamakan area yang rawan longsor.
“Sebelum meninggal, beliau sering berpesan, kalau saya sudah tidak ada (wafat) perjuanganku tolong diteruskan. Kata-kata itu beberapa kali disampaikan saat istirahat waktu di gunung. Saat itu saya tidak komentar apa-apa,” terangnya.
Selain merasa sangat kehilangan, ia masih membutuhkan bimbingan Shokib. Dirinya berharap bisa melanjutkan perjuangannya.
“Selamat jalan Pak Shokib. Sebenarnya kami masih membutuhkan bimbingan. Tugasmu sudah selesai, restui kami meneruskan perjuanganmu,” tambahnya.
Sementara itu, pemilik sirup Alammu, Trianto, merasa sangat kehilangan. Sebelum meninggal, dia sempat menjenguk ke rumah sakit pada Selasa (5/7/2021). Menurutnya, saat itu kondisi Shokib sudah membaik.
“Terakhir saya menjenguk sudah baik. Kata keluarga tinggal menunggu proses pemulihan. Tapi tadi malam pukul 11.30 WIB mendapat kabar jika beliau meninggal,” ucap pria yang juga menjadi anggota PMPH itu.
Baca juga: Kecintaannya Pada Alam Muria Menuntun Dian Jadi Pembudidaya Parijoto yang Sukses
Dia banyak belajar dari sosok Shokib. Termasuk berdirinya Alammu juga tidak lepas dari nasihat dan arahannya. Selain itu juga banyak pengalaman selama ikut bergelut di PMPH.
“Beliau merupakan salah satu sosok yang menginspirasi saya. Mungkin tidak hanya saya tapi warga Desa Colo pada umumnya. Yang jelas banyak cerita selama aktif di PMPH. Beliau sosok yang berbeda jika sudah di hutan, pasti itu yang akan saya rindukan. Ini seperti mimpi,” kata pria yang akrab disapa Ribut itu.
Menurutnya, Shokib merupakan orang baik, sosok yang jujur, dan tidak pernah berbohong. Dirinya akan terus menuruskan perjuangannya, terutama perjuangan dalam menjaga Gunung Muria.
“Beliau merupakan sosok orang tua dan sahabat bagi saya. Selamat jalan Pak Shokib, semoga almarhum khusnul khotimah,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

