31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Cegah Erosi, PMPH Tanam Seratusan Pohon di Wilayah Kritis Gunung Muria

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa motor tampak berjalan beriringan melewati jalan cukup terjal di lereng Pegunungan Muria. Di bagian belakang motor itu, terdapat puluhan bibit pohon yang ditaruh di karung goni. Saat melewati tebing yang bekas longsor, mereka serta merta berhenti dan kemudian menanam beberapa pohon. Mereka adalah Perkumpulan Masyarakat Peduli Hutan (PMPH) yang melakukan giat tanam pohon untuk lestarinya hutan di Gunung Muria.

Seusai menanam pohon di puncak dekat petilasan Eyang Pandu di ketinggian 1.400 Mdpl dan di puncak Palu Ombo di ketinggian 1.300 Mdpl, ketua PMPH Muh Shokib Darno Sunarno (56) menuturkan, hari ini PMPH menanam ratusan pohon jenis eukaliptus di beberapa titik rawan atau kritis di Gunung Muria. Menurutnya, dengan penanaman pohon tersebut, diharapkan hutan di Gunung Muria makin lestari.

Anggota PMPH saat menanam bibit pohon di lereng Pegunungan Muria. Foto: Rabu Sipan.

“Kami PMPH saat ini sedang menanam pohon di wilayah kritis dan gundul di Gunung Muria. Dengan ditanami pohon, wilayah yang kritis jadi hijau lagi, hutan di Gunung Muria jadi lestari. Sehingga mata air bisa terjaga,” ujar pria yang akrab disapa Sokhib kepada Betanews.id, Senin (15/3/2021).

-Advertisement-

Baca juga: Disbudpar Kudus Akan Genjot Agro Wisata Sehat di Lereng Muria

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus tersebut mengatakan, pohon-pohon yang ditanam tersebut, kelak selain sebagai jaminan ketersediaan mata air, juga bisa mencegah longsor atau erosi. Sebab di beberapa bagian wilayah di Gunung Muria memang rawan longsor. Menurutnya, lokasi-lokasi yang ditanami pohon tersebut memang sudah ditentukan sebelumya.

“Lokasi yang ditanami sebelumnya memang sudah ditentukan. Hari ini kami menanam pohon di tiga lokasi di Gunung Muria, di sekitar Sendang Bunton, puncak Palu Ombo serta dekat puncak 29,” terangnya.

Dia menuturkan, pohon yang ditanam pada hari itu jumlahnya sekitar 150 pohon. Pohon berjenis eukaliptus tersebut merupakan sumbangan dari PT Djarum. Sebenarnya pohon tersebut sudah datang pada awal musim penghujan. Namun, karena kesibukan dari masing-masing anggota PMPH, penanaman baru bisa dilakukan sekarang.

Lebih lanjut, tuturnya, kegiatan menanam pohon di Pegunungan Muria merupakan agenda rutin setiap tahun. Menurutnya, setiap awal musim penghujan PMPH pasti menanam pohon. Kemudian, setelah itu dilakukan pengecekan berkala. Biasanya Kata Sokhib, setiap sebulan sekali dia bersama rekan-rekan PMPH lainnya mengecek pohon-pohon tersebut.

“Setiap pohon yang kami tanam biasanya kami data melalui alat yang ada GPSnya. Hal itu untuk mempermudah pencarian saat pengecekan sebulan sekali. Bila pohon hidup akan kami rawat, bila mati akan kami sulam atau tanami kembali dengan pohon baru,” jelasnya.

Baca juga: Lestarikan Kawasan Hutan Muria Melalui Gerakan Artsotika Muria 2

Dia mengatakan, untuk pohon yang ditanam memang pohon yang biasanya tumbuh di pegunungan. Pohon yang mampu menyimpan air serta mampu menahan erosi. Sebelum pohon eukaliptus, pihaknya juga pernah menanam pohon ramayana, beringin dan lain sebagainya. Menurutnya, PMPH tidak hanya menanam pohon di Gunung Muria yang berada di wilayah Kudus saja, melainkan juga wilayah Jepara dan Pati.

“Gunung Muria ini kan meliputi tiga Kabupaten, Kudus, Pati dan Jepara. Semua wilayah kami patroli secara periodik. Saat ditemukan wilayah kritis, langsung kami tanami pohon. Tujuannya, ya agar hutan makin lestari. Karena hutan adalah amanah dan menjaganya adalah ibadah,” tutupnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER