31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Lestarikan Kawasan Hutan Muria Melalui Gerakan Artsotika Muria 2

BETANEWS.ID, PATI – Kabut di area Hutan Pinus Gunungsari terlihat mulai menipis seiring waktu yang mulai menunjukkan siang. Puluhan orang di bawah pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi tampak sedang menikmati sebuah performance art dari salah satu kelompok teater.

Pertunjukan teater tersebut, merupakan bagian dari kegiatan Arsotika Muria 2, yang kali ini digelar di kawasan Hutan Pinus Pangonan, Desa Gunungsari, Kabupaten Pati, pada Minggu (27/12/2020).

Salah satu pegiat Artsotika Muria, Widyo Babahe Laksono menambahkan, gerakan Artsotika Muria tersebut merupakan salah satu upaya untuk menjaga kelestarian Gunung Muria.

-Advertisement-
Penanaman pohon di kawasan Hutan Pinus Gunungsari pada kegiatan Artsotika Muria 2. Foto: Kartika Wulandari

Baca juga : Artsotika Muria, Festival Seni Penggugah Gerakan Peduli Kawasan Muria

“Kelestarian bukan semata dalam lingkup keaneragaman hayati atau flora dan fauna saja. Selain ekologinya yang meliputi sumber atau mata air, tanah dan bebatuan, di lereng-lereng Gunung Muria masih didapati beberapa peninggalan sejarah atau situs. Sebut saja Candi Bubrah, Watu Payon, Pomahan Ajar dan sejenisnya,” ujarnya.

Menurutnya, agar tetap terjaga kelestariannya, beberapa elemen masyarakat, di wilayah Pati, Kudus dan Jepara, yang meliputi kelompok pecinta alam dan lingkungan, karang taruna, seniman, budayawan, sejarahwan, komunitas literasi, bergotong-royong berinisiasi untuk membuat ruang pergerakan.

Melangkah tahun ke dua, ajang Artsotika Muria, katanya, terasa berat melangkahkan niat bagi sedulur-sedulur pecinta Muria. Masa Pandemilah yang mendasari dan semangat menggeliat lagi, ketika ada kabar, bahwa kawasan Muria, ditetapkan sebagai Cagar Biosfer oleh Unesco pada 28 Oktober 2020 lalu.

“Visi dan misi banyak kesamaan dengan apa yang telah dilakukan oleh sedulur pecinta Muria. Menjaga kelestarian hayati di Gunung Muria. Kegiatan kali ini, mengambil tema “Memayu Gunung Turu”, sebagai langkah lanjut dari kegiatan sebelumnya. Berharap dalam kegiatan kali kedua, keterlibatan masyarakat setempat, lebih meningkatkan kecintaannya pada kelestarian lingkungannya. Minimalnya mengedukasi kepada masyarakat tidak menebang pohon lindung,” ungkapnya.

Sementara itu, Muh Yani, Kepala Resor Pemangku Hutan (KRPH) Muria Patiayam Kabupaten Pati menyambut baik adanya acara Artsotika Muria 2. Menurutnya, ini merupakan kegiatan positif untuk menjaga kawasan Muria.
.
“Dari pihak KRPH sendiri sangat mendukung acara ini, karena ini salah satu cara untuk mengenalkan ke masyarakat akan potensi Muria yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Moch Widjanarko, Direktur Muria Research Center Indonesia (MRCI) menyampaikan, bahwa kawasan Muria mempunyai banyak potensi. Seperti halnya terdapat 68 jenis burung dan 114 tanaman ekosistem lingkungan di kawasan Muria.

Lalu, dalam penelitiannya, ia juga mengatakan, bahwa sampai saat ini Macan Tutul masih ada dalam kawasan Muria.

Baca juga : Belajar Konservasi Alam Lewat Film Negeri Dongeng

“Kawasan Muria sangat kaya sekali, kalau bisa diketahui, burung elang yang menjadi ikon garuda pancasila itu adalah burung elang Jawa yang habitatnya banyak berada di kawasan Muria,” jelasnya.

Untuk diketahui, kegiatan Artsotika Muria 2 di antarnaya adalah penanaman pohon di beberapa titik Hutan Pinus Gunungsari, dilanjutkan dengan lukis on the spot oleh para seniman, dan parade penyair. Kemudian, juga ada sarasehan, pementasan dari komunitas seni Samar dengan judul Sedulur Papat Gugat.


Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER