BETANEWS.ID, KUDUS – Ribuan bibit parijoto terlihat di halaman sebuah rumah di Dukuh Pandak RT 01 RW 03, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Di antara tanaman tersebut, tampak seorang pria mengenakan topi dengan wajah tertutup masker sedang memindahkan beberapa tanaman untuk dikelompokkan sesuai umurnya. Dia yakni Sudianto (37), pembudidaya parijoto.
Sambil memasukan sekam ke dalam polybag, Dian, sapaan akrabnya berbagi cerita kepada betanews.id tentang usahanya itu. Berangkat dari rasa cinta dan hobi menanam tanaman endemik muria itu, kini Dian menekuni bisnis pembibitan tanaman. Di sana paling banyak terlihat memang bibit parijoto.

Sudah sejak lama ia melakukan pembibitan, tetapi untuk diperjualbelikan baru sekitar tiga tahun. Awalnya, Dian hanya berniat ingin mengembangkan potensi dan tanaman lokal di lereng Gunung Muria. Karena banyak orang yang ingin membeli dan tanamannya semakin banyak, akhirnya dia mulai menjual bibit.
Baca juga: Parijoto, Tanaman Sabdo Wali yang Kaya Manfaat
“Awalnya tidak saya jual. Karena peminatnya banyak, dan sekaramg mulai ada produsen yang mengolah buah parijoto. Jadi saya menangkap peluang itu, sekaligus ingin melestarikan potensi tanaman lokal,” ungkapnya, Jumat (16/10/2020).
Bapak dua anak itu kemudian merinci bibit yang ada di sana beserta harganya. Mulai dari bibit parijoto, harganya mulai Rp 30 ribu hingga Rp 300 ribu. Delima mulai Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu. Alpukat Rp 25 hingga Rp 50 ribu, dan jeruk pamelo mulai Rp 25 hingga Rp 150 ribu.
“Yang harga Rp 300 ribu itu parijoto yang sudah siap berbuah. Di sini juga bisa menerima pesanan bibit. Dalam satu bulan, saya bisa menjual bibit parijoto kurang lebih sekitar 100,” jelasnya.
Baca juga: Tak Hanya Sirup, Sumarlan juga Buat Teh Parijoto yang Kini Banyak Digemari Konsumen
Saat ini, bibit parijoto yang tersedia di sana ada sekitar 10 ribu bibit. Dia juga membeberakan, jika pembeli bibit parijoto mayoritas petani Desa Colo dan sekitarnya. Selain itu juga orang rumahan untuk hiasan.
“Parijoto membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun untuk siap berbuah. Jika medianya pas dan bagus bisa lebih cepat, sekitar satu tahun sudah bisa berbuah.Untuk perawatan yang penting jangan terkena sinar matahari secara langsung terlalu lama. Penyiraman sehari sekali, pagi atau sore,” pungkas Dian.
Editor: Ahmad Muhlisin

