BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria paruh baya dengan dibantu istrinya tampak sibuk di warung bakso yang berada di Jalan Lingkar Utara, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, tepatnya seberang timur United Futsal. Mereka terlihat berbagi tugas. Jika sang istri menyiapkan bakso pesanan para pelanggan, sang pria menyiapkan horog-horog. Pria tersebut yakni Subchan (49) owner dari warung bakso horog-horog Bunda Eny.
Seusai melayani pelanggan, Subchan sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut kepada Betanews.id. Dia menuturkan, mulai membuka usaha warung bakso horog-horog sejak April 2021, atau dua bulan lalu. Sebelumnya, ia mengaku belasan tahun bekerja jadi sopir ekspedisi antar provinsi.

“Saya buka warung bakso ini ya karena saya ingin lebih dekat sama keluarga. Sebab selama jadi sopir ekspedisi lintas provinsi itu jarang di rumah,” ujarnya, Selasa (8/6/2021).
Baca juga: Bakso Horog-Horog di Kudus Ini Banyak Diminati, Sehari Terjual Hingga 250 Porsi
Subchan mengungkapkan, sebenarnya penghasilan dari usaha jualan bakso belum lah sebanding dengan hasil jadi sopir. Namun, karena ingin lebih dekat dengan keluarga, serta resiko besar hidup di jalanan membuatnya mantab untuk memulai usaha buka warung bakso.
“Ngeri mas hidup jadi sopir, resikonya besar. Walaupun saya tahu pasti semua nasib dan takdir itu Sang Maha Kuasa yang menentukan,” bebernya.
Pria yang tercatat sebagai warga Desa Panjang, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu menambahkan, Warung Bakso Bunda Eny menyediakan bakso yang dijualnya dengan harga Rp 8 ribu seporsi. Bakso horog-horog dibanderol Rp 10 ribu seporsi, sedangkan bakso tetelan harganya lebih mahal yakni Rp 18 ribu seporsi.
“Saya memilih usaha bakso karena menurutku, bakso itu makanan sejuta umat. Hampir setiap orang itu suka sama bakso. Selain bakso warung kami juga menyediakan asem-asem daging khas Demak,” ungkapnya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Bakso Lezat di Kudus yang Pas Dinikmati Saat Hujan
Subchan bersyukur, menu yang disediakan di warungnya lumayan diminati pelanggan, khususnya bakso horog-horog. Dalam sehari ia mampu menjual sekitar 150 porsi.
“Jumlah tersebut pas hari biasa. Saat ramai kami bisa menjual sekitar 250 porsi sehari. Itu untuk bakso horog-horog saja, belum menu lainnya,” beber ayah dari tiga anak tersebut.
Dia berharap, usaha warung baksonya itu diberi kelancaran. Aneka menu yang disediakan makin diminati para pelanggan, makin laris, dan makin sukses.
Editor: Ahmad Muhlisin

