Petugas pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD dr. Loekmono Hadi, Kudus. Foto: Kaerul Umam

Dua peti terbuat dari kayu tampak disiapkan di ruangan pemulasaraan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi, Selasa (1/6/2021) siang. Peti-peti itu disiapkan sebagai tempat jenazah Covid-19 di rumah sakit tersebut. Hari itu, ada sejumlah jenazah yang harus dipulasara sesuai protokol Covid-19, sebelum dibawa ke pemakaman.

Di ruangan sempit tersebut tampak sejumlah petugas rumah sakit mengenakan pakaian alat pelindung diri (APD) lengkap dengan face sield di kepala dan sepatu boots di kaki. Bahkan, baju hazmat yang menutup rapat tubuh mereka, diberi lagi lapisan plastik untuk menghindari penularan virus.

Satu di antara petugas pemulasaraan di ruangan itu adalah Saiful Anas. Beberapa hari terakhir ini dirinya dan petugas lain bekerja sejak pagi hingga tengah malam, karena banyaknya jenazah yang harus dipulasara.

Kepada Tim Liputan Khusus Betanews.id, Anas mengatakan hari itu ada 29 jenazah yang harus dipulasara sesuai protokol Covid-19. Jumlahnya bisa terus bertambah, karena memang terjadi lonjakan kasus luar biasa di Kudus sejak usai Lebaran lalu.

“Sekarang ini tim kami masih banyak mengalami penolakan. Bisa dicek di rumah sakit, hampir setiap hari Mas Anas hampir berkelahi dengan pihak keluarga”.

Budi Yuwono, Tim Cekathil Link

“Sebelum Lebaran, paling hanya dua pekan sekali kami memulasara jenazah dengan prosedur Covid-19. Trennya sudah turun. Tapi saat ini luar biasa jumlahnya. Dari pagi sampai tengah malam, mau tidak mau harus kami lakukan,” ungkap Anas yang juga menjadi relawan Tim Cekathil Link.

- advertisement -

Tak jarang, dia dan rekan-rekannya sebagai petugas pemulasaraan harus menghadapi penolakan dari pihak keluarga. Meski begitu, pihaknya tetap harus menjalankan tugas sesuai prosedur untuk mencegah penularan.

Bahkan, rekannya sesama relawan di Tim Cekathil Link, Budi Yuwono alias Mbah Bejo, melihat Anas kerap kali hampir berkelahi dengan pihak keluarga korban Covid-19. Banyak pihak keluarga yang tak menghendaki pemulasaraan dilakukan dengan prsedur Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini