BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan muda mengenakan hijab warna pink tampak melengkapi berkas saat berada di samping pintu ruangan pengambilan kartu AK1 (kartu kuning) di Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disnakerperinkopukm) Kudus. Perempuan tersebut yakni Eka Anggraeni (21) satu di antara pencari kartu kuning untuk perlengkapan syarat kerja pabrik di Jepara.
Sembari melengkapi berkas, ia pun sudi berbagi penjelasan tentang pekerjaan di sebuah pabrik di Jepara yang hendak dilamarnya. Ia mengaku tertarik bekerja di Jepara agar setiap hari bisa pulang ke rumah dan kumpul sama keluarga.

“Kalau di Jepara kan lebih dekat. Apalagi pabrik sepatu di Mayong itu kan nggak begitu jauh dari Kudus. Jadi saya setiap hari bisa pulang,” jelasnya wanita yang tadinya bekerja dan ngekos di Demak itu, Rabu (19/5/2021).
Baca juga: Setelah Lebaran, Pemohon Kartu Kuning di Kudus Meningkat Dua Kali Lipat
Hal yang hampir juga sama juga diungkapkan Ria Ady Risna Vanesa. Dia mengaku datang ke Disnakerperinkop dan UKM untuk memperpanjang kartu kuning yanga akan digunakan untuk melamar kerja di Jepara.
“Tujuan pertama saya kerja tetap di Jepara. Entah itu perusahaan sepatu atau pun pabrik kabel atau malah perusahaan lain,” ujar perempuan yang akrab disapa Sasa.
Meski berharap dapat kerjaan di Jepara, ia juga akan memasukkan lamaran di perusahaan elektronik di Kudus. Dia berharap, lamaran kerjanya nanti ada yang diterima, biar tidak menganggur terlalu lama.
“Harapan saya, semoga nanti lamaran saya diterima di perusahaan yang saya inginkan. Semoga saja di Jepara tapi kalau dapatnya di Kudus juga tidak apa-apa,” harap Sasa.
Baca juga: Siap-siap, Pendaftaran CPNS dan PPPK Akan Dibuka Akhir Mei 2021
Terpisah, Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Ketenagakerjaan, Sajad mengatakan, sejak Jepara marak berdiri pabrik, tujuan kerja warga Kudus tidak hanya terpusat di Kota Kretek saja. Banyak juga di antara mereka yang cari kerja di kabupaten tersebut.
“Bahkan sekarang malah lebih banyak yang melamar kerja di Jepara, terutama perusahaan sepatu,” tuntasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

