BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Desa Gondangmanis Susanto angkat bicara soal adanya warga setempat yang rumahnya rusak parah dan belum mendapat bantuan. Rumah itu merupakan milik Kasmadi (52) dan Umiyati (35), Warga Desa Gondangmanis RT 4 RW 2, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus yang mengaku belum dapat bantuan dari pemerintah.
Menanggapi hal tersebut Susanto menyangkal jika pemerintah desa tak mempedulikan keadaan rumah keluarga Kasmadi. Pihaknya mengklaim bahwa sudah ada gerakan dari Pemerintah Desa (pemdes) meminta fotokopi Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari keluarga tersebut. Namun, kata Susanto, keluarga Kasmadi tidak kooperatif dan enggan memberikan apa yang dibutuhkan oleh Pemdes.

Bahwasanya, dengan menyerahkan KK dan KTP, keluarga Kasmadi akan didaftarkan ke sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk bisa memperoleh bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah daerah.
Baca juga: Kisah Pilu Warga Gondangmanis Tinggal di Rumah Rusak Parah, Setiap Hujan Takut Runtuh
“Bukannya kita diam, tapi keluarga Pak Kasmadi tidak masuk dalam sistem DTKS. Jadi kita terbentur peraturan. Jadi nanti kita akan berkoordinasi dengan Baznas dan pemberdayaan lingkungan untuk menawarkan bantuan berupa material ke keluarga Pak Kasmadi,” kata Susanto di ruang kerjanya, Kamis (15/4/2021).
Akhirnya, demi menyelesaikan permasalahan ini, Pemdes Gondangmanis akan berupaya bersama Kepala Dusun dan teman-teman lainnya memberikan pendampingan kepada keluarga Kasmadi.
Sebelumnya, Umiyati dan keluarga hanya berharap kepada bantuan dari pemerintah kabupaten Kudus. Ia berharap, pemerintah bisa membantu merenovasi rumahnya, agar ia dan keluarganya bisa merasa tenang saat hujan datang dan tidak terbayang-bayang ketakutan rumah runtuh.
Baca juga: Imam Tak Menyangka Dibangunkan Rumah oleh Rekannya Alumni SMPN 1 Gebog
Berkoordinasi dengan ketua RT maupun RW sudah pernah ia lakukan untuk merenovasi rumahnya. Bagitupun ke pihak desa setempat. Namun, katanya, hanya sekali ia dan keluarganya mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah desa.
“Cuma sekali dapat bantuan beras dari pemerintah. Selain itu tidak pernah sama sekali. Pak RW dulu juga pernah foto rumah, katanya mau dimintakan bantuan, tapi ternyata tidak ada sampai sekarang,” tandas Umiyati.
Editor: Ahmad Muhlisin

