BETANEWS.ID, KUDUS – Jumlah angkatan kerja di Kabupaten Kudus pada tahun 2020 sebanyak 512.320 orang, atau bertambah 23.600 orang jika dibandingkan tahun 2019 yang berjumlah 488.720 orang. Angka tersebut didapat dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) di tahun 2020.
Rahmadi Agus Santosa (55) Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus mengungkapkan, komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk yang bekerja dan pengangguran dengan usia di atas 15 tahun. Sedangkan di Kudus, katanya, terdapat 687.710 orang dengan usia di atas 15 tahun.
Baca juga : 105 Ribu Pekerja di Kudus Terdampak Covid-19
“Tetapi yang masuk angkatan kerja sebanyak 512.320 orang. Dan 175.390 orang bukan angkatan kerja. Dari angkatan kerja tersebut, ada 483.980 orang bekerja dan 28.340 orang pengangguran,” terangnya saat ditemui beberapa hari yang lalu.
Pria yang akrab disapa Rahmadi itu menjelaskan, 175.390 orang bukan termasuk angkatan kerja meski secara usia di atas 15 tahun itu di antaranya ibu rumah tangga. Selain itu juga orang yang sudah tua dan tidak bekerja. Mereka sudah tidak dihitung sebagai angkatan kerja.
“Kalau dilihat dari hasil survei, ada 1.229 orang ibu-ibu yang menjadi bukan angkatan kerja karena memilih menjadi ibu rumah tangga. Ada juga golongan sementara tidak bekerja, yaitu orang-orang yang dirumahkan. Dengan jumlah 6.150 orang. Dan yang mendapat pengurangan jam kerja akibat pandemi, ada 92.220 orang,” ungkapnya.
Baca juga : Dampak Covid-19, Warga Kudus Tekan Pengeluaran Hingga Rp 138,407 Miliar
Dia juga menambahakan, sejalan dengan naiknya jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami kenaikan. TPAK Pada tahun 2020 tercatat sebesar 74,50 persen, atau meningkat 2,54 persen.
“TPAK di tahun 2019 sebesar 72,05 persen, kemudian pada tahun 2020 menjadi 74,50 persen. Jadi ada peningkatan 2,45 persen di tahun 2020,” tambahnya.
Editor : Kholistiono

