BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sibuk di depan komputer di ruangan sebuah rumah Desa Mejobo RT 6 RW 3, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus. Ia tampak mendesain sebuah tas souvenir dengan dominan warna merah. Di dekatnya, seorang wanita terlihat menjahit tas hasil desainan pria yang jadi suaminya itu. Mereka adalah Siswati dan Faridz pemilik Duta Collection.
Seusai menyelesaikan pengerjaan tas, Siswati bersedia menjelaskan awal mula merintis usaha tas souvenir pada 2017 lalu. Sebelum punya usaha seperti sekarang, Siswati merupakan karyawan usaha konveksi di Kudus. Sedangkan sang suami punya kerjaan lepas sebagai desainer grafis dengan penghasilan sebulan Rp 500 ribu.

Dengan dibekali pengalaman menjahit sebelumnya, wanita yang akrab disapa Sis itu berniat memproduksi kerajinan souvenir sendiri bersama suaminya. Namun, kecilnya gaji suami tidak mampu untuk membeli mesin jahit. Akhirnya, pada tahun 2017 dengan tekad yang kuat, mereka menjual gelang anaknya untuk membeli mesin jahit.
Baca juga: Duta Collection, Tempat Pembuatan Tas Souvenir Murah yang Punya Pelanggan Hingga Papua
“Awalnya harus menjual gelang emas anak untuk modal usaha. Itu untuk membeli mesin jahit,” ungkapnya, Kamis (17/12/2020).
Dengan berbagai promosi yang dilakukan, usahanya itu mulai lancar dan banyak pesanan. Bahkan, 2018 lalu pesanan tiap hari menyentuh 200 tas dan sempat memperjakan orang untuk membantunya. Saking ramainya, ia pernah mengejarkan pesanand ari Papua.
“Ya Alhamdulillah, karena tas ini, kami bisa buat rumah di kampung halaman suami di (Kecamatan) Welahan, (Kabupaten) Jepara,” beber Siswati.
Namun, karena terlalu memforsir tenaga, Siswati sempat punya masalah dengan ginjal yang mengakibatkan produksinya mandek. Praktis, karena penyakit itu, mereka berhenti terima orderan hampir satu tahun.
Baca juga: Rindy dan Rizka Mulai Jual Hijab Pintu ke Pintu Hingga Tembus Pasar Mancanegara
“Sekarang kalau ada pesanan kami minta orang lain buat ngejahit. Satunya kalau tas kami bayar Rp 500. Sisanya saya yang selesaikan. Dulu sebelum sakit, saya sehari bisa menyelesaikan 200 tas. Tapi sekarang paling dua puluhan,” ungkap Sis.
Masalah sebenarnya tak cuma berhenti di situ saja, karena sejak adanya Covid-19, pesanan juga menurun lagi. Untung saja, sekarang acara-acara sudah mulai dibolehkan kembali dan itu juga berimbas kepada usahanya.
“Alhamdulillah, Sudah hampir dua bulan terakhir ada banyak pesanan,” tuntas Faridz.
Editor: Ahmad Muhlisin

