BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat sedang memasukkan beberapa kayu ke perapian di sebuah rumah Desa Berugenjang RT 2, RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Setelah mengecek suhunya, ia kemudian berjalan pelan menuju kumpulan baglog yang tertata rapi di ruang tengah rumahnya. Di sana, ia kemudian membantu beberapa pria lain yang tengah mengemas serbuk kayu ke dalam plastik. Ia adalah Harmoko (29) pemilik usaha Djavas Mushroom.
Di tengah kesibukannya itu, Harmoko bercerita soal bisnis pembibitan jamur yang digelutinya sejak 2018 lalu itu. Ia mengakui, memulai usaha itu sebagai kerjaan sampingan di sela-sela jadi karyawan sebuah perusahaan swasta di Kudus.

“Usaha jual baglog dan bibit jamur tiram ini memang sampingan. Sebab niat merintis usaha ini ya untuk cari tambahan penghasilan,” ujar Harmoko kepada Betanews.id, Kamis (17/12/2020).
Baca juga: Bibit Jamur Tiramnya Bergaransi Pasti Tumbuh, Harmoko Kini Bisa Jual 4 Ribu Baglog Sebulan
Pria yang sudah dikaruniai satu anak itu mengakui, memilih usaha di bidang jamur tiram sebab peluang dan pangsa pasarnya di Kudus masih sangat besar. Petani jamur maupun pembuat media tanamnya masih sangat jarang. Sedangkan permintaan akan jamur tiram sangat tinggi. Sehingga Kudus itu sering dijadikan lahan pemasaran para pengepul jamur tiram dari luar daerah.
“Prospek jamur tiram itu sangat bagus. Di Kudus permintaan jamur tiram selalu meningkat tiap tahunnya. Banyak orang suka jamur tiram sebab sehat dan rendah kolesterol,” ungkapnya.
Dari situlah ia kemudian tergerak untuk belajar budi daya jamur tiram di rumahnya. Dengan berjalannya waktu dan ia tahu kualitas baglognya bagus, kemudian muncul ide untuk menjual baglog bikinannya kepada orang lain.
Dia mengaku, awal terjun di usaha ini jadi petani jamur tiram terlebih dulu. Dengan membeli media tanam jamur yakni baglog dari orang lain. Setelah tahu prospeknya bagus, ia pun menambah populasi jadi makin banyak. Agar lebih hemat, ia pun berinisiatif untuk memproduksi baglog jamur tiram sendiri.
Baca juga: Sempat Diremehkan, Budi Daya Jamur Tiram Ali Mustofa Kini Siap Ekspor ke China dan Korea
Dengan berjalannya waktu dan ia tahu kualitas baglognya bagus, kemudian muncul ide untuk menjual baglog bikinannya kepada orang lain. Bibit jamur tiram yang dijualnya itu berjenis F0, F1, serta F2.
“Ya selain untuk mengisi rumah jamur punya saya, baglog jamur tiram siap tumbuh ini saya jual kepada orang lain. Harga baglog jamur tiram ini saya jual dengan harga Rp 2.300 per baglog,” tuntas Harmoko.
Editor: Ahmad Muhlisin

