BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pria tampak sedang sibuk di dalam sebuah rumah Desa Berugenjang RT 2, RW 1, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat sedang memasukan serbuk gergaji ke dalam plastik transparan. Sedangkan di ruangan lain seorang pria sedang memasukkan batang kayu di perapian. Pria tersebut yakni Harmoko (29) pemilik usaha Djavas Mushroom.
Seusai mengecek perapian dan suhu alat steam, dia pun sudi berbagi kisah tentang usahanya. Dia menuturkan, Djavas Mushroom adalah usaha yang menyediakan media jamur atau baglog dan bibit jamur tiram yang dirintis sejak 2018 lalu.

Awalnya, ia tergerak untuk budi daya jamur tiram lantaran prospeknya bagus. Permintaan pasar yang terus meningkat membuatnya belajar pembibitan di rumahnya. Dengan berjalannya waktu dan ia tahu kualitas baglognya bagus, kemudian muncul ide untuk menjual baglog bikinannya kepada orang lain. Saat ini, Harmoko menjual bibit jamur tiram jenis F0, F1, serta F2 dengan harga Rp 2.300 per baglog.
Baca juga: Peluang di Pasar Global Besar, Ali Musthofa Ajak Masyarakat Budi Daya Jamur Tiram
Dia menuturkan, baglog jamur tiram yang dijualnya itu ada jaminan tumbuh atau bergaransi. Jika nanti baglog yang dibeli medianya mati sehingga tidak tumbuh, maka baglog itu akan diganti. Menurutnya, selama ini para petani jamur tiram langganannya tidak ada yang komplain. Sebab baglog darinya itu terkenal dengan kualitas yang bagus.
“Saat ini saya punya 10 petani jamur tiram langganan yang selalu beli baglog di tempat saya. Selama ini tidak ada komplain, sebab selain bergaransi tumbuh, jamur yang dihasilkan juga bagus,” ucapnya.
Baca juga: Jamur Krispi Hirneola yang Gurih dan Renyah ini Peminatnya dari Berbagai Daerah
Dia mengaku, petani jamur langganannya tersebar di area Kudus dan Demak. Sebulan setidaknya ia bisa jual sekitar empat ribu baglog jamur tiram. Dia berharap Djavas Musroom makin dikenal. Makin berkembang dan orang yang konsumsi jamur bisa makin banyak lagi.
“Saya berharap sayur jamur makin diminati. Serta para petani jamur di Kudus juga makin banyak,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

