BETANEWS.ID, PATI – Sutopo Saryani (45) terlihat mengecek camilan dalam kemasan yang telah dibungkus beberapa wanita di dekatnya. Setelah memastikan sesuai dengan standarnya, bungkusan itu kemudian dikumpulkan jadi satu dengan yang lainnya. Ia lantas berjalan pelan menuju dua orang wanita di ruangan lain yang sedang menggoreng jamur. Tempat tersebut adalah rumah produksi makanan ringan berbahan jamur Hirneola.
Usai memastikan produksi berjalan baik, Sutopo kemudian menjelaskan usaha jamur yang ditekuni empat tahun lalu itu. Warga Desa Sinoman RT 2 RW 2, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati itu mengatakan, awal mula tertarik bisnis jamur saat dirinya bertamu ke rumah temannya di Kecamatan Gembong. Saat itu, dirinya diberi oleh-oleh satu baglog jamur. Dari situ, ia kemudian tertarik untuk membudidayakan jamur sehingga ia memesan lebih banyak lagi.

“Awalnya jamur saya pasarkan dan sempat berhasil. Namun saat panen, harga jamur turun dan tidak laku. Jadi saya dan istri berpikir untuk mengolah jamur ini menjadi makanan ringan,” ujarnya kepada Betanews.id, Jumat (4/12/2020).
Baca juga: Berhenti Jadi TKW Demi Urus Anak, Umi Rintis Usaha Snack yang Kini Banyak Peminat
Saat itu, sang istri mengolah jamur di tengah kesibukannya mengajar di Taman Kanak-Kanak (TK). Pas awal-awal itu, ia dan istri meminta masukan dari teman-temannya soal rasa jamur krispinya.
“Awalnya sempet gagal dan rasanya kurang pas. Kemudian saya perbaiki lagi rasanya terus saya bawa ke kantor dan kata mereka sudah enak dan mulai saya jual,” ujarnya.
Untuk bahan bakunya, Sutopo mengambil dari tempatnya sendiri dan kadang mengambil dari orang lain, saat persediaan terbatas.
Selain jamur krispi, di Hirneola juga membuat makanan lain yang berbahan dasar jamur, seperti kerupuk jamur, stik jamur, pangsit jamur, dan juga sate jamur.
Baca juga: Renyahnya Kacang Sangrai dan Oven Putra Tunggal yang Rutin Kirim Hingga Sumatra
“Sekarang ini sedang fokus ke produksi yang jamur krispi, karena permintaan pasar yang banyak,” paparnya.
Pria yang juga berprofesi sebagai pengajar di Pesantren Roudlotul Ulum itu menjual produk-produknya mulai dari toko-toko dengan menggunakan sales sampai ke luar kota. Ia menjual jamur krispinya ke daerah Pati, Kudus, Purwodadi, Semarang, hingga Jakarta.
“Untuk harganya mulai dari Rp 1 ribu untuk kemasan kecil hingga harga Rp 70 ribu untuk yang paling besar. Dan juga ada beberapa kemasan yang lainnya. Namun yang paling laris saat ini yang kemasan kecil karena banyak permintaan di warung,” tukas Sutopo.
Editor: Ahmad Muhlisin

