Ada Pandemi, Visitasi Uji PIRT Diganti Video dan Presentasi

BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria terlihat tegang menjawab sejumlah pertanyaan penguji saat presentasi uji kelayakan untuk mendapat sertifikat PIRT. Dia adalah Mamik Heru Pornomo (31), satu di antara empat orang yang ikut Uji PIRT hari itu. Mamik begitu dia akrab disapa, berbagi cerita kepada betanews.id tentang hasil uji produknya.

Karena ada pandemi Covid-19, uji kelayakan produknya diganti dengan membuat video proses pembuatan. Hasilnya, produk jahe instan yang sudah diproduksinya sejak setahun lalu belum bisa mendapatkan sertifikat PIRT karena masih banyak evaluasi.

Proses uji kelayakan produk makanan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, untuk mendapatkan sertifikat PIRT. Foto: Ahmad Rosyidi.

“Masih butuh perbaikan ruang produksi, video area produksi saya memang belum diplester dan atapnya belum diplafon eternit. Kemudian pengolahan limbah juga, selama ini diambil orang ampasnya. Tapi saya tidak tahu dibuat apa,” terang warga Bakalankrapyak RT 05 RW 03, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu.

-Advertisement-

Baca juga: Dijamin Berhasil, Ini Tips Lolos Uji PIRT dari Dinas Kesehatan

Dirinya mendapat dua catatan tersebut untuk melakukan perbaikan agar mendapat sertifikat PIRT. Mamik belum ada rencana untuk mengajukan video kembali, karena harus memperbaiki ruang produksi terlebih dahulu.

“Untuk limbah nanti tinggal saya pastikan digunakan untuk apa. Tapi yang renovasi tempat produksi mungkin belum bisa (dalam) jangka dekat. Belum dapat sertifikat PIRT ya, saya belum berani produksi banyak ini,” bebernya, Selasa (25/8/2020).

Mamik baru memproduksi tiga kali dalam satu tahun. Produknya itu hanya dijual kepada teman-teman di daerah Kudus saja. Rencananya, jika sudah mendapat nomor PIRT dia akan mulai menawarkan produknya ke pasar dan memperluas wilayah penjualan.

Baca juga: Punya Usaha Makanan? Ini Cara Mengurus Izin PIRT di Kudus

Kasi Sumber Daya Kesehatan, Perijinan, Sertifikasi  dan Manajemen Informasi, Dinas Kesehatan Kudus, Rusiyati menegaskan, penggantian video ini hanya dilakukan selama pandemi saja. Nantinya tetap akan ada visitasi ke lokasi langsung. Jadi dirinya berharap video yang dibuat memang sesuai kondisi nyata.

“Karena ada pandemi Covid-19, jadi visitasi digantikan dengan video agar masyarakat yang ingin mengurus nomor PIRT tetap bisa dilayani. Tetapi video harus sesuai kenyataan, karena kami tetap akan melihat ke lokasi nanti,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER