Dinas Pertanian Kudus Larang Sembelih Hewan Kurban Betina Produktif

BETANEWS.ID, KUDUS -Tumpukan kertas terlihat sedang dibuka oleh seorang pria di ruang Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus. Pria itu, yakni Sidi Pramono (53). Sambil membuka jadwal penyuluhan yang akan dilakukan, dia berbagi penjenjelasan tentang imbauan larangan menyembelih hewan ternak betina produktif. Hal itu demi menjaga populasi hewan dan ketersediaan daging di Kudus.

Hewan betina yang dimaksud adalah hewan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing. Menjelang Idul Adha, dia juga berpesan agar tidak berkurban dengan hewan betina yang produktif. Dirinya khawatir jika digunakan untuk kurban, hewan tersebut masih dalam keadaan bunting.

Baca juga : Stok Hewan Kurban di Kudus Aman, Dinas Pertanian Intens Turun ke Lapangan

-Advertisement-

“Kami terus mengimbau jangan menyembelih hewan betina yang produktif. Demi menjaga populasi dan ketersediaan daging. Kalau kurban juga dikhawatirkan pas dipotong dalam keadaan hamil. Untuk menghindari hal-hal tersebut, kami imbau untuk jangan memotong hewan betina produktif,” terang Kasi Produksi dan Kesehatan Hewan itu.

Dia juga menjelaskan, akan melakukan pemantauan secara rutin di titik-titik pasar hewan yang ada di sembilan kecamatan. Tugas itu sudah terbagi dengan beberapa tim. Pemantauan lalulintas keluar masuk ternak di Kudus akan dipantau lima hari sekali.

“Untuk saat ini, ternak dari luar kota masih banyak yang belum datang, biasanya H -2 pekan baru pada datang. Saat banyak hewan dari luar kota baru kami melakukan pemantauan ekstra,” terangnya.

Baca juga : Pemotongan Hewan Kurban di Kudus Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Penyakit yang sering ditemui, di antaranya kembung, scabies dan cacingan. Menurutnya, kebanyakan pedagang dan peternak di Kudus sudah paham cara mengatasi penyakit tersebut.

“Faktor penyakit biasanya karena kebersihan kandang dan makanan. Biasanya bisa mengatasi sendiri, kalau tidak bisa mengatasi ya memanggil kami agar dilakukan pengobatan. Jika kami ada jadwal pemantauan atau program berarti geratis. Kalau tidak ya bayar ganti ongkos,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER