31 C
Kudus
Jumat, Februari 27, 2026

Ngabuburit Ilmiah Ala Siswa SMAN 1 Jakenan, Riset di Kebun Melon di Pekalongan Pati

BETANEWS.ID, PATI – Belasan siswa berbaju putih abu-abu tampak memadati Wisata Petik Melon di Desa Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, pada Kamis (26/2/2026) sore. Bukan sekadar ngabuburit biasa, Siswa SMAN 1 Jakenan itu rupanya sedang melakukan riset mendalam soal pupuk dan media tanam yang akan dibawa ke olimpiade.

Sore yang hangat itu menemani mereka meneliti tumbuhan melon berjenis Sweet Lavender dan The Blues. Ada yang bertugas memeriksa media tanam dan efektivitas pupuk yang mulai diaplikasikan dua bulan lalu, ada pula yang mengukur diameter buah guna memastikan kualitas petumbuhannya.

Tak lupa, mereka mencatat setiap detail riset ke dalam buku laporan dan mendokumentasikannya melalui kamera telepon seluler (ponsel) sebagai data pendukung.

-Advertisement-

Baca juga : Kisah Didi, Warga Bandung yang Sukses Jualan Cimol & Kentang di Kudus

Di momen Ramadan ini, hampir setiap hari mereka menunggu waktu berbuka dengan mengunjungi kebun melon milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pekalongan itu. Mereka dengan tekun mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang akan berlangsung tahun ini.

Dalam ajang tahunan itu, tim riset SMAN 1 Jakenan mempersiapkan dua tim yaitu Tim Fertiva Smanja yang beranggotakan Riska Oktaviani dan Warsito, dan Tim Coco Smanja berisi Anaya Shiren Febiola dan Reyhan Davin Fernanda. Mereka akan mempresentasikan penelitian pupuk organik cair dan cocopeat.

Riska Oktaviani menjelaskan, selama beberapa bulan ini timnya memang sedang meneliti pupuk organik cair dari alam dan limbah pasar seperti kulit bawang merah, lengkuas, dan air kelapa. Pupuk tersebut lantas diujicobakan pada tanaman melon. Sedangkan satu tim lainya membuat cocopeat dari limbah serabut kelapa sebagai media tanamnya.

“Untuk pupuk organik cari, Prosesnya semua bahan dihaluskan terlebih dahulu lalu dicampurkan. Setelah itu, didiamkan dulu selama 30 hari baru bisa digunakan,” jelasnya.

Riska mengklaim pupuk organik tersebut bisa menekan pengeluaran petani karena bahan-bahannya mudah didapatkan dengan harga terjangkau. Berdasarkan hasil risetnya, hasilnya juga lebih bagus daripada pupuk kimia.

“Dari penelitian saya, melonnya dapat tumbuh lebih baik daripada menggunakan pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan dan dapat merusak keseimbangan tanah. Berat melonnya tambah besar dan kualitas tumbuhannya juga sehat,” ungkapnya.

Kepala SMAN 1 Jakenan, Rumaji menambahkan, siswa sudah melakukan ujicoba pengaplikasian pupuk dan cocopeat ke tanaman melon sejak dua bulan lalu. Menurutnya, sejauh ini hasilnya memuaskan dan sekitar 10 hari lagi sudah panen.

“Hasilnya ini sangat memuaskan. Alhamdulillah ini sudah hampir panen, kira-kira 10 hari lagi sudah bisa dipetik,” katanya.

Berbekal kesuksesan ini, lanjut Rumaji, pihaknya akan mencoba menggunakannya untuk jenis tanaman lain. Jika kembali sukses, pupuk ini akan sangat bermanfaat bagi petani karena terbuat dari limbah dan mudah dtemukan di sekitar lingkungannya.

“Sementara ini anak-anak baru mengaplikasikan di melon. InsyaAllah nanti ke depannya akan dicoba untuk ke tanaman yang lainnya,” kata dia.

Baca juga: Menikmati Sensasi Barramundi Berbumbu Nusantara, Menu Favorit Buka Puasa di Putra Nelayan Pati

Kepala Desa Pekalongan, Ukhwatur Roi, mengapresiasi hasil penelitian siswa SMAN 1 Jakenen tersebut. Berkat mereka, tanaman buah melon tersebut tumbuh dengan lebih sehat dan hasilnya makin meningkat.

“Hasilnya cukup bagus dibanding dengan pupuk-pupuk dari pabrikan. Kemarin kami pakai pupuk kimia, beli lah. Kalau ini memang murni buatan anak-anak SMAN 1 Jakenan,” ujarnya.

Selama Ramadan ini, pihaknya juga membuka wisata petik melon yang mendapat sambutan bagus dari masyarakat. Setiap menjelang berbuka, banyak masyarakat yang mampir untuk merasakan sendiri petik buah dan membelinya untuk dibawa pulang.

“Banyak yang ngabuburit di sini. Apalagi ini dekat resto jadi ke sini lihat-lihat sambil beli. Harga per kilogramnya Rp30 ribu untuk semua jenis,” pungkasnya.

Editor: Suwoko

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER