BETANEWS.ID, JEPARA – Tiga kapal dilaporkan sedang berlindung di sebelah timur Pulau Panjang, Kabupaten Jepara dari cuaca ekstrem yang mulai melanda kawasan perairan.
Kepala Stasiun Radio Pantai (SROP) Jepara, Distrik Navigasi Semarang, Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Edi Pitono mengatakan tiga kapal itu dilaporkan mulai berlindung atau berlabuh jangkar pada Rabu, (21/1/2026).
Baca Juga: Jalur Alternatif ke Desa Tempur Jepara Ternyata Pernah Dibuka, Begini Kondisinya
“Sementara ini ada tiga kapal yang hari ini ijin labuh jangkar atau berlindung di sebelah timur Pulau Panjang,” ungkap Edi melalui sambungan telepon, Rabu (21/1/2026).
Tiga kapal yang ijin berlindung di Kawasan Pulau Panjang Jepara yaitu pertama, KM ASIA RAYA atau YGWM dengan tujuan dari Semarang- Merauke. Kapal itu dilaporkan membawa muatan besi dan membawa kru kapal sebanyak 15 orang.
Kedua, Kapal TB BUANA CENTURI atau YDB3333 yang berisikan 10 orang kru kapal. Kapal tersebut berangkat dari Kota Semarang dengan tujuan untuk mengevakuasi kapal tongkang dari TB Buana Superior yang lima hari lalu kandas di perairan sekitar Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak.
Sedangkan untuk Kapal TB Buana Sendiri, Edi mengatakan saat ini sudah bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Ketiga, Kapal TB INDO PACIFIC 02 dengan tujuan dari Banjarmasin ke Semarang. Kapal itu membawa 10 kru kapal. Karena cuaca buruk, tongkang kapal tersebut dilepaskan di sekitar Perairan Pantai Bondo, Kecamatan Bangsri dan saat ini berlindung di Pulau Panjang.
“Tiga kapal itu melaporkan ijin berlindung karena terjadi cuaca buruk dan kondisi semakin membahayakan sehingga memutuskan berlindung di Pulau Panjang,” jelas Edi.
Dari laporan kondisi cuaca real di lapangan, Edi mengatakan kondisi gelombang air laut saat ini mencapai tiga meter dengan kecepatan angin sekitar 30 knot.
“Gelombang di atas 3 meter untuk realnya. Kecepatan angin sekitar 30 knot realnya. Tapi untuk di BMKG masih kisaran 2-25 knot,” sebutnya.
Baca Juga: DPRD Awasi Aliran Ajaran Agama yang Menyimpang di Jepara
Untuk itu sebagai langkah antisipasi, Edi mengatakan dari pihak SROP Jepara Distrik Navigasi Semarang ini sudah melakukan broadcast atau siaran berita keselamatan pelayaran termasuk laporan prakiraan cuaca dari BMKG dan laporan cuaca real kepada seluruh pihak terkait.
“Kami menghimbau semua kapal untuk tidak memaksakan diri, andaikan cuaca benar-benar membahayakan itu harus segera berlindung dan melaporkan kepada Stasiun Radio Pantai terdekat,” pesannya.
Editor: Haikal Rosyada

