BETANEWS.ID, JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bakal membuka jalur alternatif ke Desa Tempur, Kecamatan Keling melalui Desa Sumanding, Kecamatan Kembang. Jalur itu berada di lahan milik Perhutani.
Kepala Desa Tempur, Maryono mengatakan jalur alternatif itu sebenernya sudah pernah dibuka pada tahun 2016 lalu. Saat itu juga sudah dilakukan pembukaan jalur di dua titik.
Baca Juga: DPRD Awasi Aliran Ajaran Agama yang Menyimpang di Jepara
Yaitu di Dukuh Duplak-Ngangguk sepanjang tiga km dan dari area Hutan Pinus-Desa Sumanding sepanjang sekitar 1,5 km.
“Kondisi jalur dulu sudah pernah dibuka, tapi jarang digunakan karena belum layak dilewati,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (20/1/2026).
Maryono melanjutkan jalur alternatif itu memiliki panjang sekitar 6-7 km. Meskipun jalur sudah pernah dibuka di dua titik, namun jalur alternatif itu belum sepenuhnya bisa dilewati sebab masih terputus di area tengah.
“Di tengah-tengah kondisinya itu (lebar jalannya) masih sempit, belum terbuka, jadi belum nyambung antara dari Tempur sampai Sumanding,” ungkapnya.
Maryono mengatakan jalur alternatif itu saat ini kondisinya juga masih berupa tanah dan jalan setapak sehingga hanya bisa dilewati oleh kendaraan roda dua. Namun saat musim hujan tiba, jalur itu juga tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua.
“Masih tanah pegunungan. Jalurnya untuk sepeda motor, kalau musim hujan ini juga tidak bisa lewat,” ujarnya.
Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar mengatakan kondisi jalur utama Desa Tempur yang berada di daerah lereng dan tebing, rawan untuk terjadi bencana tanah longsor.
Sehingga, untuk mengantisipasi apabila terjadi masalah di akses jalur utama, pihaknya akan membuka akses jalur alternatif.
“Kondisi alam di Tempur itu kan tebing dan lereng, kemungkinan longsor masih akan terjadi sehingga akan kita buka akses lain. Sehingga jalur yang selama ini digunakan apabila ada sesuatu masih bisa pakai jalan yang lain,” katanya melalui sambungan telepon.
Baca Juga: Jumlah PHK di Jepara Meningkat Drastis, Ini Pemicunya
Pembukaan jalur itu akan dilakukan setelah penanganan longsor di jalur utama Desa Tempur selesai dilakukan.
“Penangannya di jalur utama dulu. Setelah jalur utama selesai, alat-alatnya nanti akan kita geser untuk membuka jalur alternatif Duplak-Sumanding,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

