BETANEWS.ID, KUDUS – Pertigaan yang mempertemukan antara Jalan Sostrokartono dengan Jalan Kapten Ali Mahmudi tampak ramai. Dengan sigap Pak Ogah bertopi orange yang berada di Pertigaan Bacin terlihat sibuk menyeberangkan pengendara. Dia seorang diri mengatur pengendara dari arah utara, selatan dan timur.
Sebenarnya di pertigaan jalan tersebut baru saja terpasang traffic light atau lampu lalulintas. Namun, saat ini masih belum difungsikan.
Menurut Rustam (36), salah seorang pengendara yang lewat, baru menyadari jika Pertigaan Bacin sudah dipasang traffic light. Hal itu dinilainya baik, karena pertigaan tersebut jalan utama dan kondisinya ramai.
“Eh iya ya. Saya baru tahu jika sudah terpasang lampu lalu lintas. Sini soalnya ramai,” ungkapnya saat ditemui usai belanja di toko modern sekitar Pertigaan Bacin, Selasa (5/5/2020).
Baca juga : Pertamina Promo Pertamax Cashback 30 Persen, Banyak Warga Kudus Belum Tahu
Dia menjelaskan, saat jam berangkat dan pulang kerja kondisi di tempat tersebut ramai. Kadang karena terlalu ramai, sampai ada Pak Ogah dua hingga tiga orang.
“Saya pernah naik motor hampir saja tabrakan dengan pengendara timur. Saat itu saya mau ke arah kota,” ungkap warga yang tinggal di Desa Purworejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus.
Menurutnya dengan adanya traffic light tersebut, dia lebih tenang dan nyaman saat melintas. Selain itu, pengendara pun lebih tertib dan menghindari adanya kecelakaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Abdul Halil mengungkapkan, jika pemasangan traffic light di Pertigaan Bacin baru dilakukan. Selain di tempat itu juga di Perempatan Besito.
Pemasangan traffic light di kedua tempat tersebut, menurutnya memang perlu dilakukan, karena daerah itu tersebut sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Selain itu, juga jalur utama yang ramai.
“Akhir bulan ini sudah bisa digunakan. Sekarang tinggal menunggu aliran listrik dari PLN dan izin pemasangannya sudah kami kirimkan,” ungkapnya.
Halil menuturkan, traffic light yang dipasang masih di Pertigaan Bacin maupun Perempatan Besito masih menggunakan sistem lama atau manual. Tidak seperti di Perempatan Jember yang sudah menggunakan sistem Intelligent Transport System Area Traffic Control System ( ITS ATCS).
Baca juga : Satpol PP Kudus Terjun ke Pasar untuk Putus Penyebaran Covid-19
Dia mengakui, kalau untuk ITS ATCS, sistemnya sudah canggih. Sistem bisa mendeteksi kepadatan lalu lintas. Jadi lamanya waktu lampu merah, kuning dan hijau akan lebih fleksibel sesuai dengan kepadatan kendaraan.Sedangkan, harganya menurutnya juga cukup mahal.
“Kalau untuk pemasangan traffic light sebanyak dua tempat yang baru ini (Bacin dan Besito), kami anggarkan Rp 900 juta dari APBD 2020,” tambahnya.
Kemudian, apakah masih perlu adanya penambahan traffic light atau tidak untuk di Kudus, menurutnya saat ini sudah cukup.Namun, yang perlu diubah adalah sistemnya. Yakni dari manual ke ITS ATCS,
Editor : Kholistiono

