31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Harga Daging Ayam Melonjak Jelang Nataru, Tembus Rp40 Ribu Per Kilogram 

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, beberapa kebutuhan pokok di Kabupaten Kudus melonjak tajam. Tak hanya komoditas bahan pokok, daging ayam juga mengalami kenaikan secara signifikan.

Hingga saat ini, harga daging ayam di Pasar Bitingan Kudus menjadi Rp40 ribu per kilogramnya. Harga tersebut merangkak naik secara berangsur-angsur sejak sepekan lalu. 

Baca Juga: Kenalan Lewat Medsos, Dua Anak di Kudus Jadi Korban Persetubuhan

-Advertisement-

Salah satu pedagang daging ayam di Pasar Bitingan, Wanto menyampaikan, jelang Nataru harga daging ayam saat ini naik tajam. Padahal secara harga normal, Rp35 ribu per kilogram.

“Naik sudah empat hari ini. Sebelumnya harga Rp35 ribu sekarang jadi Rp40 ribu. Katanya foktor dipengaruhi jelang Natal dan tahun baru,” bebernya. 

Dengan harga yang kian tinggi, sebutnya, membuat dagangannya sepi oleh pembeli. Bahkan penjualannya turun drastis dari biasanya yang bisa terjual hingga 40 kilogram perharinya, kini hanya bisa menjual 4-6 kilogram saja.

“Sepi mas, tidak seperti biasnya. Harapannya harga bisa turun dan stabil di harga normal, supaya penjualan dan ekonomi juga berjalan baik,” tuturnya. 

Salah satu pembeli, Mei menyampaikan, bahwa saat ini kondisi harga di pasar tradisional Kabupaten Kudus naik semua. Hal itu membuatnya menderita karena semua harga kebutuhan masyarakat menjadi mahal.

“Kacau mas,kalau semuanya mahal. Ini saya beli untuk dibuat bahan baku mi ayam. Pengennya ya standart dan stabil,” jelasnya. 

Senada dengan Mei, Edy Bendol juga menywbut kesulitan dengan harga yang kian naik. Menurut pedagang nasi goreng itu, hal itu sangat mempengaruhi hasil dari penjualannya. 

“Harganya melambung naik terus. Kondisi membuat pedagang bingung. Kenaikan harga mulai awal Desember dan berangsur-angsur naik hingga saat ini,” terangnya. 

Baca Juga: Pergerakan Penumpang Nataru di Terminal Jati Diperkirakan Menyebar

Ia mengaku, dengan harga yang naik secara drastis tersebut membuat hasil penjualannya menurun drastis. Bahkan mepet dari modal yang ia keluarkan.

“Wah untungnya jauh banget mas. Karena kami juga tidak bisa untuk mengurangi porsi jualan,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER