31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Pergerakan Penumpang Nataru di Terminal Jati Diperkirakan Menyebar

BETANEWS.ID, KUDUS – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, aktivitas di Terminal Tipe A Jati Kudus diperkirakan tidak langsung melonjak tajam. Pergerakan penumpang diprediksi meningkat secara bertahap dan menyebar di sejumlah waktu, mengikuti pola libur sekolah dan cuti kerja masyarakat.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Jati Kudus, Eli Risandi mengatakan, pola arus penumpang Nataru berbeda dengan Lebaran yang biasanya terjadi lonjakan besar dalam waktu singkat.

Baca Juga: 133 Bocil di Kudus Ajukan Dispensasi Kawin, Mayoritas karena Hamil di Luar Nikah

-Advertisement-

“Pergerakannya tidak sekaligus. Biasanya terbagi di beberapa hari tertentu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, posko angkutan Nataru secara nasional akan mulai beroperasi pada 18 Desember. Adapun potensi kenaikan jumlah penumpang di Terminal Jati diperkirakan mulai terasa pada 19 hingga 21 Desember, bersamaan dengan dimulainya libur sekolah dan sebagian pekerja yang mengambil cuti lebih awal.

Lonjakan berikutnya berpeluang terjadi pada 23 dan 24 Desember, bertepatan dengan cuti bersama Natal. Sementara untuk periode Tahun Baru, peningkatan arus penumpang umumnya terjadi pada 27, 28, dan 29 Desember.

“Kalau Lebaran biasanya menumpuk di satu waktu. Nataru lebih merata, jadi lonjakannya tidak terlalu tajam,” jelas Eli.

Menurutnya, fluktuasi jumlah penumpang juga dipengaruhi kebiasaan para perantau yang tidak selalu pulang kampung setiap tahun. Sebagian masyarakat memilih pulang secara bergantian, satu atau dua tahun sekali, sehingga kepadatan penumpang bisa berbeda dari tahun ke tahun.

Dari sisi rute, wilayah Jabodetabek masih menjadi tujuan dan asal perjalanan yang paling dominan bagi penumpang bus di Terminal Jati Kudus. Jam keberangkatan bus reguler biasanya ramai pada rentang waktu pukul 18.00 hingga 20.00 WIB, dengan kepadatan yang masih berlanjut hingga sekitar pukul 20.30 WIB.

Pada masa Nataru, jadwal kedatangan bus juga kerap mengalami keterlambatan. Eli menyebut hal itu disebabkan berbagai faktor, mulai dari kemacetan, kecelakaan, hingga rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah di jalur menuju dan dari Jakarta.

“Keterlambatan satu sampai dua jam itu sudah biasa. Bahkan bisa sampai lima jam, tergantung kondisi di jalan,” ungkapnya.

Baca Juga: Ribuan Imam dan Marbut di Kudus dapat Bantuan, Segini Nominalnya

Ia juga menegaskan bahwa berkurangnya jumlah penumpang saat bus tiba di Kudus bukan berarti terjadi penurunan minat. Tidak semua penumpang dari Jakarta memiliki tujuan akhir Kudus. Sebagian turun lebih dulu di kota lain seperti Semarang atau Demak.

Hingga saat ini, kondisi Terminal Jati masih terpantau relatif lengang. Namun, peningkatan aktivitas diperkirakan mulai terlihat memasuki pekan ketiga dan keempat Desember, seiring semakin dekatnya libur Natal dan Tahun Baru.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER