31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Anggota MPR RI Nilai Guru Punya Posisi Tanamkan Ideologi Bangsa

BETANEWS.ID, KUDUS – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Musthofa, menilai tenaga pendidik memiliki posisi strategis dalam membangun ideologi kebangsaan di kalangan generasi muda. Oleh karena itu, guru dipilih sebagai mitra utama dalam mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada peserta didik.

Menurut Musthofa, guru bukan sekadar penyampai materi pelajaran, tetapi figur yang perkataan dan tindakannya menjadi rujukan bagi siswa. Kondisi tersebut menjadi peluang besar untuk menanamkan nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika sejak dini.

Baca Juga: Kenalan Lewat Medsos, Dua Anak di Kudus Jadi Korban Persetubuhan

-Advertisement-

“Tenaga pendidik ini memiliki pengaruh kuat. Apa yang mereka ucapkan dan lakukan, akan ditiru oleh anak-anak. Inilah mengapa kami melibatkan guru sebagai perpanjangan tangan MPR dalam menyosialisasikan empat pilar kebangsaan,” ujar Musthofa saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus, Sabtu (19/12/2025).

Ia menyebut, sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan merupakan salah satu indikator kinerja utama anggota MPR RI. Namun, upaya tersebut dinilai tidak akan maksimal tanpa dukungan tenaga pendidik yang setiap hari berinteraksi langsung dengan peserta didik.

Musthofa meyakini, kuatnya hubungan emosional antara guru dan siswa akan mempercepat terbentuknya karakter nasionalis pada anak. Ketika nilai kebangsaan tertanam sejak dini, perbedaan yang ada di tengah masyarakat justru akan dipandang sebagai kekayaan, bukan pemicu konflik.

“Kalau ideologi kebangsaan sudah mengakar, anak-anak akan paham bahwa perbedaan itu harus dihormati. Di situlah makna kebhinekaan,” tegasnya.

Selain menyasar tenaga pendidik, Musthofa sebelumnya juga aktif menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan langsung ke sekolah-sekolah, khususnya di tingkat SMA di Kabupaten Kudus. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pembinaan karakter kebangsaan generasi muda.

Ia menegaskan, Empat Pilar Kebangsaan tidak cukup dipahami sebatas teks atau hafalan, melainkan harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Empat pilar ini harus hidup dalam keseharian kita, bukan hanya diucapkan,” katanya.

Musthofa juga mengungkapkan optimismenya terhadap dunia pendidikan di Kudus. Ia menilai, dengan komitmen dan semangat para pendidik, Kudus berpotensi menjadi contoh atau role model pendidikan nasional.

Baca Juga: Pergerakan Penumpang Nataru di Terminal Jati Diperkirakan Menyebar

“Alhamdulillah, para guru di Kudus masih mengingat yel-yel yang pernah saya sampaikan: mendidik dengan sepenuh hati, bergegas meraih prestasi. Ini menjadi modal besar,” ucapnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut diikuti sekitar 135 tenaga pendidik dari 27 SMP di bawah naungan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus. Setiap sekolah mengirimkan satu kepala sekolah dan lima guru yang diharapkan dapat meneruskan pemahaman Empat Pilar Kebangsaan kepada siswa di sekolah masing-masing.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER