BETANEWS.ID, KUDUS – RS Mardi Rahayu Kudus meluncurkan layanan Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 bertarif Rp 400 ribu. Layanan ini akan dibuka mulai Selasa (5/5/2020), dan terbuka untuk masyarakat umum.
Direktur RS Mardi Rahayu dr Pujianto mengatakan, metode RDT yang digunakan berbeda dari biasanya. Menurutnya, metode RDT menggunakan mesin Imunolserologi dari Korea. Sehingga hasilnya lebih sensitif dibandingkan metode RTD menggunakan stik. “Tentu alatnya lebih mahal,” ungkapnya Senin (5/4/2020).
Dari pengumuman yang diberikan pihak rumah sakit, biaya rapid test mencapai Rp 400 ribu per orang. Pendaftaran dapat dilakukan mulai Minggu hingga Kamis pukul 07.00 sampai 13.00 Wib di setiap pekannya.
Teknisnya, lanjut dia, pendaftaran rapid test dilakukan satu hari sebelum pemeriksaaan, dengan mengisi form di . Setelah itu, melakukan pembayaran melalui transfer ke Bank Mandiri dengan nomor rekening 1350043470788.
“(Pendaftaran rapid test) mulai hari Selasa 5 Mei 2020,” jelasnya.
Baca juga: RS Mardi Rahayu Buka Layanan Rapid Diagnostic Test Covid-19, Bisa Drive Thru
Selanjutnya, pemeriksaan akan dilakukan sesuai jadwal yang sudah diatur dari rumah sakit. Petugas nantinya akan mengirimkan jadwal pemeriksaan melalu pesan WhatsApp.
“Jadwal rapid test Senin sampai Jumat pukul 09.00 hingga 14.00. Dimulai tanggal 6 Mei 2020,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Pujianto, hasil pemeriksaan juga akan dikirim melalui WhatsApp oleh petugas. Sehingga, masyarakat tidak perlu datang lagi ke rumah sakit.
Baca juga: Lagi-Lagi Bertambah, 13 Tenaga Medis di Kudus Positif Covid-19
Pujianto menegaskan, RDT merupakan tes untuk menentukan reaktif Corona atau tidak. Artinya, RDT bukan diagnosis positif Covid-19. Dengan adanya RDT masyarakat diharapkan akan lebih hati-hati lagi.
“Dari hasil tes ini, masyarakat akan lebih hati-hati. Masyarakat bisa melakukan social distancing, physical distancing dan mengisolasi diri. Sekali lagi saya tegaskan, RDT bukan diagnosis positif Corona,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

