BETANEWS.ID, KUDUS – Retribusi pasar daerah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus pada tahun 2025 diperkirakan tak mampu mencapai target.
Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perdagangan Kudus, Agus Sumarsono, menyampaikan, bahwa retribusi pasar pada tahun ini ditarget sebesar Rp15 miliar. Hingga Oktober realisasi capaiannya sebesar Rp8,5 miliar.
Baca Juga: Biaya Bongkar Ratoon Capai Rp34 Juta, Bantuan Kementan Jadi Angin Segar Bagi Petani Tebu Kudus
“Capaian tersebut setara 52,6 persen. Melihat capaian dan waktu yang tersisa masih dua bulan, sepertinya memang retribusi pasar tidak bisa mencapai target hingga akhir tahun 2025,” ujar Agus di ruang kerjanya belum lama ini.
Dia menuturkan, ada beberapa penyebab tak tercapainya target retribusi pasar. Di antaranya retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah (PKD) masih masuk sebagai target capaian.
“Padahal mulai tahun ini (2025) retribusi PKD resmi dihapus. Serta terdapat tunggakan hutang pedagang yang nilainya cukup besar yakni mencapai Rp5,4 miliar,” bebernya.
Selain itu, kata Agus, faktor lainnya adalah kondisi perekonomian di pasar beberapa tahun terakhir yang sepi pengunjung. Sehingga banyak los dan kios yang tutup.
“Persoalannya kios dan los yang tutup itu tidak sehari atau dua hari, tetapi berbulan-bulan bahkan tahunan. Tentunya itu berpengaruh pada capaian realisasi retrubusi,” jelasnya.
Agus kemudian merinci capaian realiasai retribusi pasar milik Pemkab Kudus hingga akhir Oktober 2025. Di antaranya yang cukup besar yakni Pasar Kliwon realisasinya tercapai Rp3,8 miliar. Pasar Bitingan tercapai kurang lebih Rp1,21 miliar.
Kemudian Pasar Jember realisasinya kurang lebih sebesar Rp437,3 juta. Taman Bojana tercapai Rp238,5 juta. Pasar Baru tercapai Rp 652,8 juta. Pasar Brayung tercapai Rp99,4 juta. Pasar Piji tercapai Rp185,1 juta. Pasar Jekulo tercapai Rp285 juta, serta masih ada beberapa pasar lainnya.
Baca Juga: BLTS Kesra Cair! Warga Kudus Rela Antre Berjam-jam
“Total ada 25 pasar tradisional milik Pemkab Kudus. Retribusi pasar meliputi restribusi los dan kios, serta retribusi sampah,” imbuhnya.
Meski tak akan mampu mencapai target, pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin agar retribusi pasar ini bisa optimal. Setidaknya bisa mencapai realisasi 70 persen dari target.
Editor: Haikal Rosyada

