BETANEWS.ID, JEPARA – MF (25), Warga Desa Klepu, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang di Kamboja saat ini masih menjalani perawatan di RSUD RA Kartini Jepara.
Saat dijemput oleh pihak keluarga pada Senin, (8/9/2025) kemarin di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, ditemukan luka pada kaki sebelah kiri MF.
Baca Juga: Bekerja di Kamboja, Warga Jepara Diduga Jadi Korban Perdagangan OrangÂ
Direktur RSUD RA Kartini Jepara, dr. Tri Iriantiwi mengatakan saat ini dari hasil pemeriksaan, kondisi MF dinyatakan baik. Saat tiba di RSUD, MF menjalani sejumlah pemeriksaaan. Meliputi Rontgen, Test Laboratorium, dan pemeriksaan USG.
“Dari hasil pemeriksaan, secara klinis kondisinya dinyatakan baik. Kalau misalkan tidak ditemukan kelainan yang tidak berarti, nanti bisa pulang dan pemulihannya di rumah,” katanya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (9/9/2025).
Kemudian, dari hasil pemeriksaan, ia mengatakan memang ditemukan ada benturan dalam tubuh MF. Namun, ia tidak bisa memastikan apa penyebab dari benturan tersebut.
Sementara terkait adanya informasi bahwa ada dugaan organ dalam MF yang hilang, dr. Tri memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Badannya semua utuh, memang ada bekas semacam benturan, tapi semua badannya utuh. Tidak ada bekas seperti semacam sayatan gitu ngga ada,” ungkapnya.
”Saat ini tinggal pemulihan. Yang diperlukan untuk mengembalikan kondisinya adalah makanan yang bergizi dan lebih banyak,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Kabupaten Jepara, Samiadji mengatakan jika MF diduga mengalami kekerasaan saat berada di Kamboja.
“Kaki nya ada lebam, tapi tidak ada luka yang terbuka hanya luka memar di kaki kiri dan perut. karena mungkin mendapatkan kekerasan saat di Kamboja. Akhirnya tidak tahan dan melarikan diri,” ucap Samidji.
Bcaa Juga: Sempat Dilarang, Izin Acara Hiburan di Jepara Mulai MelonggarÂ
Untuk mengantisiapsi hal serupa, ia mengaku pihaknya kerap melakukan sosialisasi terkait para pekerja yang hendak pergi ke luar negeri.
“Kami sebenarnya sudah memberikan sosialisasi dan himbauan melalui desa, agar ketika mau bekerja di luar negeri rajin membuka website dinas yokerjo. Dari situ ada informasi lowongan kerja dan luar negeri,” pesannya.
Editor: Haikal Rosyada

