BETANEWS.ID, KUDUS – Haul Mbah Buyut Kronowongso di Desa Dersalam, Kecamatan Bae, Kudus, kembali digelar dengan meriah. Tahun ini, acara tersebut dikemas dalam bentuk expo yang menampilkan 60 stand dari berbagai sektor, mulai dari UMKM lokal hingga pelaku usaha dari luar daerah. Kegiatan tersebut diselenggarakan mulai 4-10 Juli di sekitar Punden Mbah Buyut Kronowongso.
Koordinator Expo, Ahmad Saefudin menyampaikan, kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan sejak 2018 dan terus berkembang dari tahun ke tahun. Menurutnya, tahun ini diselenggarakan lebih meriah dengan penambahan stand UMKM yang tersedia.
Baca Juga: Pemkab Kudus Masih Tanggung Iuran JKN Karyawan Swasta, tapi Jumlahnya Terus Menurun
“Alhamdulillah, kegiatan ini selalu rutin digelar. Untuk tahun ini ada sekitar 60 stand. Jumlah itu meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya yang hanya sekitar 30-an stand,” katanya usai pembukaan, Jumat (4/7/2025).
Stand-stand yang ditampilkan tak hanya berasal dari warga Desa Dersalam, namun juga dari luar wilayah. Produk yang dipamerkan pun beragam, mulai dari kaos lukis, mainan anak-anak, jajanan khas, hingga pelaku bisnis online. Pihaknya mengaku, berbagai perlombaan dan pentas seni juga akan digelar untuk menarik minat pengunjung, terutama anak-anak.
“Kami ingin expo ini bisa menjadi daya tarik masyarakat. Tidak hanya sebagai sarana hiburan, tapi juga ajang promosi produk-produk UMKM, di mana agar masyarakat lebih mengetahui cukal bakal Desa Dersalam,” tuturnya.
Uniknya, penyelenggaraan expo ini melibatkan pemuda dari RW setempat secara bergilir sebagai panitia pelaksana. Untuk tahun ini, RW 1 menjadi penanggung jawab utama dengan dukungan dari Banom NU dan masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kasi Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Kecamatan Bae, Diah Ayu Novitaningrum, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat penting dalam upaya melestarikan budaya lokal.
“Ini luar biasa. Sekarang banyak yang melupakan tradisi, lebih cenderung ke budaya modern. Padahal, kita sebagai orang Jawa harus tetap nguri-uri budaya. Tradisi seperti haul dan expo ini adalah bagian dari kekayaan budaya yang patut dijaga,” jelasnya.
Baca Juga: Sekolah Umum di Kudus Ini Buka Kelas Santri, Upaya Cetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
Diah Ayu juga mengatakan, pihak kecamatan tengah menginventarisasi potensi budaya dari desa-desa di wilayahnya untuk didaftarkan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Kami sudah share ke desa-desa untuk mulai menghimpun data budaya yang bisa diajukan pendaftarannya. Untuk Desa Dersalam, sedang dikaji kemungkinan mendaftarkan tradisi haul Mbah Buyut Kronowongso sebagai kekayaan budaya,” ujarnya.
Editor: Haikal Rosyada

