Masuk 15 Besar Nasional, Ngembal Kulon Wakili Kudus di Lomba Desa Digital

BETANEWS.ID, KUDUS – Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, berhasil menembus 15 besar nasional dalam ajang Lomba Desa Digital 2025. Prestasi ini menjadi semangat baru bagi pemerintah desa (pemdes) dan warga setempat untuk terus mengembangkan digitalisasi pelayanan publik berbasis teknologi informasi.

Kepala Desa Ngembal Kulon, Muhammad Khanafi mengungkapkan, desanya menjadi salah satu dari dua desa yang diusulkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kudus dan telah lolos seleksi awal pada 20 Juni lalu.

Baca Juga: Bupati Kudus Angkat Suara Terkait Tambang Ilegal Dekat Bendungan Logung

-Advertisement-

“Alhamdulillah desa kami salah satu yang mewakili Kabupaten Kudus. Dari 15 besar nanti akan disaring menjadi 10 besar. Kemudian dilakukan pemaparan lewat Zoom Meeting untuk menentukan enam besar dan juara nasional,” jelasnya, Selasa (24/6/2025).

Ia mengaku tak menyangka bisa bersaing dengan desa lain yang lebih dulu mengembangkan digitalisasi. Namun semangat tim desa tumbuh sejak Ngembal Kulon dipercaya mengirimkan kader digitalisasi untuk mengikuti pelatihan di Jakarta awal 2024.

“Dari situ kami semakin berkomitmen untuk melayani masyarakat dengan teknologi. Kami sudah memasang jaringan kabel fiber optik (FO) yang mendukung akses internet bagi warga. Ada sekitar 330 pelanggan yang dikelola BUMDes,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pihaknya telah mengoperasikan 16 unit CCTV dan akan menambah 20 unit lagi hingga akhir tahun. Langkah tersebut sebagai bentuk nyata sebagai desa digital.

“Termasuk dua CCTV kami pasang di area peternakan untuk mendukung program ketahanan pangan,” ungkaapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PMD Kudus, Fiza Akbar Elrevin menyampaikan, Desa Ngembal Kulon berada di peringkat 7 dari total 117 desa peserta se-Indonesia. Sehingga hari ini desa tersebut menerima tim verifikasi lapangan untuk menyesuaikan data yang sudah diupload dengan kondisi di lapangan.

Menurutnya, aspek penilaian lomba meliputi tujuh indikator seperti infrastruktur digital, komunitas digital, pelayanan publik, alokasi anggaran desa, partisipasi dan kolaborasi antar lembaga desa, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Pendaftaran SPMB SMP di Kudus Temui Sejumlah Kendala Teknis

“Keunggulan Ngembal Kulon fokus BUMDes yang bergerak di bidang IT. Digitalisasi bukan hanya di pelayanan, tetapi juga dalam membangun budaya digital di masyarakat. Ini bukti desa bisa kolaboratif antara pemdes, masyarakat, BUMDes dan BPD,” pungkasnya.

Fiza berharap keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kudus untuk turut mengembangkan transformasi digital secara berkelanjutan.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER