Pendaftaran SPMB SMP di Kudus Temui Sejumlah Kendala Teknis

BETANEWS.ID, KUDUS – Proses pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kabupaten Kudus masih menemui sejumlah kendala teknis. Dari lupa password hingga kesalahan input data, masalah tersebut dialami oleh sebagian calon peserta didik yang mendaftar secara daring.

Admin operator SPMB di SMPN 1 Jati, Ari Sugiyanti menyebut ada siswa belum melakukan aktivasi akun meski aktivasi sudah ditutup pada 21 Juni 2025 lalu. Namun pihaknya mengaku, kasus tersebut masih bisa diselamatkan, dengan dilakukannya aktivasi di hari ini.

Baca Juga: Tambah Kategori Usia dan Nomor Perlombaan, MilkLife Athletics Challenge Makin Kompetitif

-Advertisement-

“Kasus aktivasi akun yang lupa dilakukan oleh calon murid baru, tadi kami usahakan Alhamdulillah bisa. Jadi bisa melakukan pendaftaran dengan memilih sekolah dan jalur yang ada,” jelasnya saat ditemui di sekolah.

Tak hanya itu, ada juga calon murid yang lupa password akun SPMB, sehingga tidak bisa masuk dan mendaftarkan diri ke sekolah tujuannya. 

“Untuk lupa sandi, kami coba bantu untuk reset password, Alhamdulillah juga bisa,” ujarnya.

Ia menuturkan, ada pula salah satu kasus kesalahan input yang terjadi pada siswa yang salah memilih kelurahan pada saat aktivasi akun. 

“Seharusnya memilih Loram Kulon, tapi justru memilih Jati Wetan. Tapi selama belum daftar, masih bisa dikoreksi. Sistem juga membaca titik koordinat domisili, jadi secara teknis tetap aman,” jelasnya.

Hal serupa juga terjadi di SMPN 2 Kudus. Ketua Pelaksana SPMB SMPN 2 Kudus, Joko Susanto mengungkapkan, kendala umum yang dihadapi siswa meliputi lupa password dan kesalahan data kartu keluarga (KK). 

“Rata-rata lupa password karena ketidaktahuan, ada sekitar tiga sampai empat siswa tadi yang lupa sandi. Ada juga yang input data KK belum genap satu tahun,” ungkapnya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan telah menyiapkan layanan bantuan melalui Zoom yang dibuka selama 24 jam, termasuk untuk koreksi data. Namun demikian, tidak semua kesalahan bisa dibenahi. 

“Kalau cuma salah tanggal KK dan alamat tetap, masih bisa dikoreksi. Tapi kalau ada perubahan alamat, tidak bisa,” jelas Joko.

Pihaknya juga mencatat ada sekitar 60 akun siswa yang belum melakukan verifikasi akun. Padahal, penutupan verifikasi atau aktivasi akun 21 Juni 2025 lalu.

Baca Juga: Galian C di Dekat Bendungan Logung Dipastikan Ilegal

Menghadapi kendala tersebut, pihak sekolah mengusulkan adanya perpanjangan waktu verifikasi selama satu hingga dua hari. 

“Tapi saat dicoba, sistem sudah menutup akses verifikasi. Semoga ada kebijakan tambahan, dan Iki sudah kami usulkan ke pihak dinas yang menyediakan layanan aduan terkait SPMB,” ungkapnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER