BETANEWS.ID, PATI – Siang itu, Emiwati Wijayanti (30) tampak serius berkutat dengan buku-buku administrasi di sebuah ruangan bercat kuning. Di depannya ada beberapa sampel garam yang menunggu antrian untuk diperiksa kadar yodiumnya.
Sehari-hari, Emi memang bertugas mengecek kadar yodium di Laboratorium Asosiasi Produsen Garam Konsumsi Beryodium (Aprogakob), dari pabrik-pabrik pengolahan garam di Kabupaten Pati. Laboratorium ini menjadi bagian dari PT Niaga Garam Cemerlang yang pemiliknya menjadi ketua asosiasi pengusaha garam di Pati Bumi Mina Tani.

Emi menjelaskan, laboratorium yang berada di Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati ini sudah beroperasi selama empat tahun. Di kurun waktu tersebut, pihaknya mengetes kadar yodium garam konsumsi, seperti garam briket dan garam halus atau garam meja.
“Kadar yodium yang aman dikonsumsi itu antara 30-100 ppm,” beber Emi saat ditemui, Jumat (3/4/2020).
Untuk mengecek kadar yodium tersebut, laboratorium menggunakan timbangan, gelas kimia, alat suntik, garam yang akan dites, akuades, dan pelarut martorius yang isinya ada reagen A, reagen B dan larutan standar.
Langkah pertama, garam ditimbang seberat 25 gram. Kemudian dilarutkan dengan akuades. Saat sudah larut, lalu ditambah reagen A lima tetes dan reagen B lima tetes. Setelah itu dikocok dan ditunggu sampai berubah menjadi ungu pekat.
“Kalau nggak ungu pekat, berarti kadar yodiumnya kurang memenuhi syarat,” ungkapnya sambil menunjukkan langkah-langkah pengecekan.
Baca juga: Mesin Pengolah Garam Ciptaan Pak Simin Siap Bersaing dengan Buatan Pabrik
Sedangkan untuk mengetahui besaran kadar yodiumnya, Emi melanjutkan, formula tadi ditambah larutan standar dan dikocok lagi sampai warnanya kembali ke semula.
“Nanti dihitung kadarnya dari jumlah larutan standar yang diambil dikali dengan angka di label larutannya,” papar wanita yang siang itu menggunakan kerudung motif bunga-bunga.
Baca juga: Terdampak Corona, Pabrik Garam Talenta Raya Bertekad Terus Produksi
Sebelumnya, hampir semua produsen garam di Pati mengecek kadar yodium di tempat tersebut. Namun, pihaknya mulai membebaskan mereka untuk melakukan tes secara mandiri dengan terlebih dahulu memberikan perbekalan.
“Sekarang sudah banyak yang mengambil pelarut martorius dengan harga Rp 115 ribu per boks yang dibeli dari sini. Martorius itu bisa dipakai hingga 15 kali. Jadi, produsen bisa mengecek kadar yodium di pabrik mereka sendiri,” pungkas Emi.
Editor: Ahmad Muhlisin

