BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan berjilbab mengenakan masker terlihat menghampiri sejumlah orang yang menunggu Bilik Sterilisasi di Dukuh Kadilangon RT 03 RW 08, Desa Gondangmanis, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Perempuan itu meminta untuk disemprot tangannya dengan hand sanitizer. Dia tak lain adalah Hartatik (36), satu di antara sejumlah penggagas Bilik Sterilisasi bagi warga yang pulang dari merantau.
Setelah disemprot tangannya, kemudian dia duduk dan berbagi cerita kepada betanews.id tentang upaya pencegahan Virus Covid-19 di dukuhnya itu. Hartatik membuat antiseptik dari bahan yang bisa diterima tubuh untuk Bilik Sterilisasi itu. Menurutnya, disinfektan dengan bahan kimia yang digunakan untuk menyemprot benda mati belum tentu bisa diterima tubuh.
“Antiseptik yang kami gunakan untuk menyemprot tubuh terbuat dari sabun cair yang dicampur dengan air daun sirih dan jeruk nipis. Karena daun sirih mengandung etanol yang membunuh bakteri. Jadi kami usahakan aman untuk tubuh,” ungkap BPD Dukuh Kadilangon, sekaligus donatur Bilik Sterilisasi itu, Senin (30/3/2020).
Baca juga : Pulang Merantau, Warga Gondangmanis Diharuskan Lewati Bilik Sterilisasi
Sebelum membuat Bilik Sterilisasi, Hartatik sudah membuat hand sanitizer untuk dibagikan warga secara gratis. Dia membuat hand sanitizer dari bahan alami, yaitu dari campuran jeruk nipis dan daun sirih. Dia juga menjelaskan secara rinci cara membuat hand sanitizer dan antiseptik yang digunakan untuk menyemprot badan.
Untuk hand sanitizer menggunakan bahan dari daun sirih 50 gram, air jeruk nipis 8 mililiter dengan air 200 mili. Masukkan daun sirih yang sudah dipotong kecil, rebus dengan api kecil selama 30 menit. Kemudian campur dengan air jeruk nipis.
“Setelah itu campur air biasa hingga tidak berwarna, dan hand sanitizer siap digunakan. Bahan yang digunakan penyemprotan di Bilik Sterilisasi bahannya sama, tetapi ditambah sabun cair 1:1000. Jadi satu liter cukup satu sendok sabun cair, karena lebih aman digunakan untuk badan,” tambahnya.
Baca juga : Perangi Covid-19, Rumah Warga Ketitang Wetang Kembali Disemprot Disinfektan
Hartatik juga menambahkan, jika desinfektan biasanya digunakan untuk benda mati. Karena itu dirinya mengantisipasi dengan membuat cairan untuk disemprotkan warga yang mudik setelah merantau. Warga juga dianjurkan setelah sampai rumah tetap mandi dan ganti baju.
“Sedangkan untuk membuat disinfektan, kita gunakan bahan baycline, karbol, so klin lantai. Takarannya, Satu liter air dicampur dengan dua sendok baycline, dua sendok karbol dan empat sendok so klin lantai,” pungkasnya.
Editor : Kholistiono

