BETANEWS.ID, PATI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati melakukan berbagai upaya untuk mencegah kampanye hitam atau pelanggaran lainnya di media sosial. Terkait hal itu, Bawaslu Pati membentuk relawan tim siber dengan menggandeng mahasiswa dan awak media pada Selasa (15/10/2024).
Anggota Bawaslu Pati Zaenal Abidin dan Ketua PWI Pati Mochammad Noor Effendi menjadi pemateri dalam pembekalan Tim Siber tersebut.
Zaenal Abidin, Anggota Bawaslu Pati mengatakan, pihaknya menggandeng anak-anak muda, karena akrab dengan dunia digital. Mereka hampir tidak lepas dengan gadget dalam kesehariannya.
Baca juga: Lolos Jeratan Pidana Pemilu, Bawaslu Teruskan Dugaan Pelanggaran oleh Kades ke Pj Bupati Pati
“Kita gandeng para mahasiswa karena akrab dengan dunia digital, akrab dengan gadget,” ujarnya.
Menurutnya, tim ini perlu dibentuk agar pelanggaran dalam kampanye bisa ditindak dan membuat Pilkada Pati dan Pilkada Jateng berjalan dengan aman dan sukses. Pihaknya tidak mau hitam dan kampanye negatif merusak pesta demokrasi menentukan pemimpin daerah.
Apalagi lebih dari 49 persen penduduk Indonesia merupakan pengguna aktif internet dan media sosial. Selain itu, para pasangan calon (paslon) juga memanfaatkan medsos untuk berkampanye dan memperkenalkan diri.
”Media digital memang digunakan para calon untuk mengkampanyekan dirinya. Memang medsos efektif untuk mengkampanyekan Paslon,” imbuhnya.
Baca juga: Begini Nasib Lima Kades di Pati yang Diduga Langgar Aturan Pilkada
Namun, karena jangkauan dari Bawaslu dan SDM yang terbatas, yakni hanya 2.600 pengawas pemilu, maka pihaknya mengajak ajak mahasiswa melakukan pengawasan di dunia nyata dan maya.
Lebih lanjut Dwi Ayu Lestari, Anggota Bawaslu Pati mrnambahkan hingga hari ke 21 masa kampanye, berbagai dinamika terjadi.
“Kami menangani dugaan pelanggaran.Kami meminta kolaborasi dari kalian untuk mengawasi pelanggaran konten internet mengwal demokrasi,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

