31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

PPSDSN Pendowo Upayakan Kesetaraan Penyandang Disabilitas di Dunia Kerja

BETANEWS.ID, KUDUS – Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Dinsos Jawa Tengah, tengah mengupayakan kesetaraan kaum marjinal dengan mengadakan pelatihan digital printing. Upaya itu bertujuan untuk membekali anak panti bisa menciptakan pekerjaan baru secara mandiri.

Kepala PPSDSN Pendowo Kudus, Sundarwati mengatakan, partisipasi penanganan disabilitas di dunia kerja sampai saat ini masih rendah. Padahal menurutnya, di dalam undang-undang pemerintah wajib memperkerjakan semua masyarakat, termasuk disabilitas.

Baca Juga: Belasan Tuna Netra di PPSDSN Pendowo Kudus Dilatih Digital Printing

-Advertisement-

“Di dalam undang-undang, pemerintah wajib memperkerjakan 2 persen dari total keseluruhan formasi dari disabilitas. Kalau swasta itu satu persen. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dari balai usaha, perusahaan di Kudus bisa mengakomodir dan bisa mempekerjakan disabilitas,” ungkapnya.

Untuk prospek di dunia kerja dalam pelatihan keterampilan yang diadakan yakni digital printing tersebut memiliki peluang besar. Sebab, tak hanya bisa berpotensi bekerja di perusahaan, anak panti yang mendapat pelatihan itu diharapkan mampu menciptakan pekerjaan baru.

“Kalau kami melihat prospek di dunia kerja bagus. Digital printing ini bisa dibuat untuk melamar ke perusahaan yang sudah besar. Terlebih, tujuannya mereka bisa mendesign sendiri. Karena peralatannya tidak mahal juga, mereka mampulah,” bebernya.

Ia menjelaskan, pelatihan yang digelar selama tujuh hari itu mendapat berbagai jenis pembuatan produk. Di antaranya meliputi kaos, pin, gantungan kunci, dan mug. Adapun kegiatan tersebut diinisiasi untuk membangun jejaring komunikasi, sehingga mereka dapat menerima keterampilan.

“Pelatihan ini pertama kali dilakukan untuk membangun jejaring komunikasi. Karena secara undang-undang disabilitas No 8 tahun 2016, Meraka punya hak kesetaraan. Baik bekerja di instansi pemerintah, maupun di swasta,” ternagnya.

Setidaknya ada belasan penyandang disabilitas tunanetra yang mendapatkan pelatihan di sana. Dimana mereka dipilih dari katagori yang memang masih bisa melihat dengan jelas.

“Semuanya ada 16 peserta, setalah menjalani bimbingan keterampilan pelatihan, mereka mampu secara mandiri ataupun secara ekonomi. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, tidak lagi tergantung orang tua,” tuturnya.

Baca Juga: Muncul Aduan Kekerasan, KPAI Desak Pemkab Kudus Wujudkan Perlindungan Bagi Anak Secara Nyata

Ia menambahkan, alasan pertama dengan adanya pelatihan tersebut lantaran kegiatan itu bersumber dari dana APBN. Target pelatihan keterampilan itu sudah disebutkan, dengan pelatihan digital printing. Sehingga hal itu menjadi hal positif untuk melakukan kegiatan ketrampilan lainnya di tahun-tahun berikutnya.

“Ya kami akan berusaha untuk terus menggelar dan membekali anak panti dengan pelatihan keterampilan yang bisa dimanfaatkan mereka. Supaya setelah mereka selesai di panti, mendapatkan ilmu dan dapat menindaklanjuti secara mandiri,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER