BETANEWS.ID, KUDUS – Belasan peserta yang merupakan penyandang disabilitas tuna netra di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pendowo Kudus, Mendapat pelatihan keterampilan digital printing, Rabu (24/7/2024). Panti yang di bawah naungan Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah itu, baru pertama kali menyelenggaran ketrampilan tersebut pada tahun ini.
Kepala PPPSDSN Pendowo Kudus, Sundarwati mengatakan, kegiatan pelatihan ketrampilan tersebut merupakan kali pertama yang dilakukan. Sebab, sebelumnya, panti tersebut hanya menyelenggarakan pelatihan ketrampilan pijat bagi puluhan penyandang disabilitas tunanetra.
Baca Juga: Muncul Aduan Kekerasan, KPAI Desak Pemkab Kudus Wujudkan Perlindungan Bagi Anak Secara Nyata
“Mereka tetap bisa menerima keterampilan. Sehingga mereka bisa mendapatkan kesetaraan serta menciptakan pekerjaan baru secara mandiri,” katanya, Rabu (24/7/2024).
Ia menuturkan, setidaknya peserta yang mengikuti pelatihan keterampilan digital printing itu ada sebanyak 16 orang, dengan katagori bagi mereka yang masih bisa melihat dengan jelas. Sebab, pelatihan itu membutuhkan penglihatan, mengingat design yang dibuat langsung dari komputer.
“Semuanya ada 16 peserta, setalah menjalani bimbingan keterampilan pelatihan, mereka mampu secara mandiri ataupun secara ekonomi. Sehingga bisa memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Tidak lagi tergantung orang tua,” ungkapnya.
Dalam kegiatan itu, katanya, peserta sangat antusias sekali serta bisa mengikuti dengan baik dan lancar. Bahkan belasan penerima manfaat di panti tersebut merasa mendapat hal baru, ilmu, hingga tidak merasa ada kesenjangan sosial.
“Ini masih rendahnya partisipasi penanganan disabilitas di dunia kerja dan perusahaan. Padahal di dalam undang-undang, pemerintah wajib memperkerjakan dua persen dari total keseluruhan formasi dari disabilitas. Kalau swasta itu satu persen. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini dari balai usaha, perusahaan di Kudus bisa mengakomodir dari disabilitas,” ujarnya.
Sementara itu Plt Sekdin Dinsos Jawa Tengah, Isriadi Widodo menambah, kegiatan pelatihan yang ditujukan kepada penerima manfaat panti PPSDSN Pendowo Kudus itu untuk kemandirian. Sehingga, setelah keluar dari panti, mereka diharapkan bisa mengimplementasikan ilmu yang diajarkan, tanpa bergantung pada orang lain.
Baca Juga: Diadukan Masyarakat, Pekerjaan 24 Desa di Kudus Kena Audit Inspektorat
“Setelah selesai dan kembali ke keluarga, mereka bisa mengimplementasikan ilmu yang sudah ada dari sini. Karena ciri khas alumni panti, cara berperilaku mereka akan baik,” imbuhnya.
Widodo yang juga sebagai Definitif Kabid Rehabilitasi Dinsos Jateng itu mengaku, kegiatan tersebut akan berlangsung selama tujuh hari mulai hari ini, Rabu (24/7/2024) hingga akhir bulan Juli 2024.
Editor: Haikal Rosyada

