BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir di ruas Jalan Kudus-Purwodadi, tepatnya turut Desa Tanjungkarang hingga Desa Jetis Kapuan semakin tinggi. Sejumlah sepeda motor, khusunya matic yang nekad menerjang banjir mogok di tengah jalan. Bahkan yang notabene motor tinggi pun bisa mogok karena ketinggian banjir.
Abdul Khamid, salah satu pengendara sepeda motor mengatakan, kondisi banjir di ruas jalan yang menghubungkan Kabupaten Kudus dengan Kabupaten Grobogan semakin bertambah. Setidaknya genangan air yang berada di sana ada penambahan sekitar 10 centimeter.
Baca Juga: Sepekan Banjir Kudus, 39.272 Warga Terdampak dan 7 Orang Meninggal
“Banjir di sini ada kenaikan sekitar 10 centimeter. Soalnya kemarin aku lewat selutut (orang dewasa), sekarang sudah diatas lutut. Paling tinggi di sebelah Utara SPBU Tanjungkarang, dengan ketinggian 70 centimeter,” katanya, Selasa (19/3/2024).
Ia bersyukur, dengan mengendarai SupraX 125 dia mampu menerjang banjir. Meski begitu, dia juga melihat ada banyak pengendara lain yang mendorong motornya karena mogok. Kendaraan yang mogok itu rata-rata kendaraan matic.
“Alhamdulillah bisa lewat mas, sebagian kendaraan matic banyak yang mogok. Rata-rata motor matic mogok di tengah jalan,” tutur warga Gondangmanis yang ingin berangkat kerja ke Grobogan.
Hal senada juga dikatakan oleh Alfan. Pengendara satu rombongan mobil yang mau kunjungan kerja ke Grobogan juga mengaku, ketinggian banjir di ruas jalan tersebut semakin bertambah. Bahkan pihaknya menuturkan, jika banjir di jalan tersebut sangat parah, dengan ketinggian hingga selutut.
“Ketinggian naik mas, parah ini termasuk tinggi, kemungkinan selutut orang dewasa. Sepeda motor sebelum trafik light pada berhenti, jadi ada ojek motor, sebagian kendaraan dinaikin mobil, tapi ada juga yang terpaksa berjuang akhirnya mogok,” jelasnya.
Baca Juga: Banjir di Kudus Meluas, Desa Berugenjang yang Jarang Banjir Kini Terendam
Rifki Anjid, pengendara lain menambahkan, walau mengendarai Megapro, dia juga terkena imbas mogok dari genangan air yang semakin tinggi. Hal itu dikarenakan ombak dari kendaraan besar berlawanan yang melintas. Sehingga motornya mogok dan terpaksa didorong.
“Bertambah sedikit, tadi pagi lewat bisa. Tapi sekarang mogok, gara-gara ada ombak dari kendaraan muatan yang berlawanan,” imbuhnya.
Editor: Haikal Rosyada

