31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Logistik Aman, Pengungsi Banjir Karanganyar Demak Butuh Pakaian dan Selimut

BETANEWS.ID, DEMAK – Banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak semakin meluas. Jumlah warga yang dievakuasi juga terus bertambah. Hasil dari tinjauan Bupati Demak Eisti’anah, saat ini para pengungsi masih kekurangan pakaian bersih dan selimut.

Eisti menyampaikan, sampai saat ini pihaknya mensuport ketersediaan logistik untuk para pengungsi korban banjir di Kecamatan Karanganyar, Demak. Pihaknya juga menyebut tersedia dapur umum yang bisa untuk layani para pengungsi di sana.

Baca Juga: Evakuasi Korban Banjir Karanganyar Terus Berlanjut, Butuh Tambahan Perahu Karet Bermesin

-Advertisement-

“Makanan terus kita support, di sini ada dapur umum. Ada dari jepara dan dari Demak Kota juga kami membuka dapur umum yang akan kami distribusikan ke wilayah sekitar Kecamatan Karanganyar,” bebernya, Jumat (9/2/2024).

Sementara ini, kata Eisti, mendapati banyak pengungsi yang membutuhkan pakaian dan selimut. Ratusan bahkan ribuan selimut saat ini sudah mulai ia distribusikan kepada korban bencana. Namun untuk pakaian bersih, pihaknya sedang mengupayakannya dan secepatnya didistribusikan.

“Untuk baju bersih, selimut ini memang masih ada kekurangan, tapi baju bersih ini sedang kita upayakan dan segera akan kami distribusikan,” tuturnya.

Salah satu pengungsi, Ahmad Habib mengaku, sejauh ini sudah mendapatkan logistik makanan dan obat-obatan di titik pengungsian yang ia tempati di Desa Trengguli, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak.

“Sampai saat ini ada bungkusan makanan dan obat-obatan yang didistribusikan. Sampai saat ini juga masih ada warga yang dievakuasi,” ungkap pria warga Desa Ngemplik Wetan RT 2 RW 2, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu.

Baca Juga: 97 Korban Banjir Demak Dievakuasi di Tenda Darurat Jembatan Tanggulangin

Hal senada juga disampaikan warga di pengungsian jembatan Tanggulangin, yakni Siti Sholehah. Menurutnya, untuk logistik makanan hingga obat-obatan tercukupi di sana. Namun pihaknya menyampaikan, butuh pakaian untuk pakaian ganti. Sebab, selama ia di pengungsian, Siti hanya membawa pakaian yang dibawanya saja.

“Pakaian hanya bawa ini saja mas. Jadi tidak membawa pakaian ganti,” imbuh warga Desa Karanganyar RT 10 RW 3, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak itu.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER