Petani Kudus Mulai Lirik Tembakau, Perawatan Disebut Lebih Mudah

BETANEWS.ID, KUDUS – Tanaman tembakau mulai dilirik sejumlah petani di Kabupaten Kudus sebagai salah satu pilihan tanaman yang bisa dikembangkan di lahan pertanian. Meski masih dalam tahap percobaan, tanaman tembakau dinilai relatif mudah dalam penanaman dan perawatannya.

Salah seorang petani, Bukhori (55), mengatakan dirinya bersama sejumlah petani lainnya mulai mencoba menanam tembakau sejak tahun lalu. Awalnya, tanaman tersebut ditanam di lahan dengan luasan kecil untuk melihat kecocokan tanaman sekaligus hasil panennya.

“Tahun kemarin sudah, tapi sedikit. Coba-coba dulu,” katanya saat ditemui di area persawahan pascapanen tembakau, Senin (28/9/2026).

-Advertisement-

Pada tahun ini, luasan tanaman tembakau yang digarap bersama rekan-rekannya mencapai sekitar 1 hingga 1,5 hektare. Jenis tembakau yang ditanam disebut merupakan jenis yang relatif mudah dibudidayakan.

Tanaman tembakau membutuhkan waktu sekitar tiga bulan sebelum mulai memasuki masa panen. Setelah itu, daun dapat dipanen secara bertahap, mulai dari bagian bawah tanaman hingga bagian atas.

Hasil panen sementara ini masih langsung dijual kepada pembeli dalam kondisi daun basah. Harga yang diterima petani bergantung pada kualitas daun dan kondisi pasar.

Untuk daun bagian bawah, harga disebut berada di kisaran Rp2.000-an per kilogram, sedangkan daun bagian atas dapat mencapai sekitar Rp3.000 per kilogram.

“Kalau bagus, tergantung pasaran,” jelasnya.

Pemasaran sejauh ini juga masih berjalan. Hasil panen yang diperoleh petani langsung dibeli dan diangkut oleh tengkulak sehingga tidak harus disimpan terlalu lama.

Menurut Bukhori, tembakau memiliki keunggulan dari sisi perawatan. Dibandingkan dengan sejumlah tanaman lain yang biasa dibudidayakan, perawatan tembakau dinilainya relatif mudah.

Baca juga : Dua Museum di Kudus Dapat Alokasi Revitalisasi, Total Capai Rp5 Miliar

“Perawatannya mudah. Cara penanaman dan perawatannya juga mudah,” katanya.

Meski demikian, hasil panen tetap sangat bergantung pada kondisi tanaman dan perawatan. Karena masih dalam tahap belajar, petani mengakui hasil yang diperoleh belum maksimal.

“Masih belajar, hasilnya kurang maksimal,” ungkapnya.

Karena masih tahap uji coba, petani belum memastikan apakah luasan tanam tembakau akan diperbesar pada musim berikutnya. Keputusan tersebut masih bergantung pada minat para petani dan hasil budidaya yang diperoleh.

Bagi Bukhori dan petani lainnya, budidaya tembakau menjadi pengalaman baru yang masih terus dipelajari. Dukungan dan pendampingan juga dinilai penting agar petani dapat mengetahui teknik budidaya sekaligus meningkatkan hasil panen.

“Kalau ada yang bantu, ya oke-oke saja. Kami masih belajar bersama teman-teman,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER