183 Siswa SMP Adu Bakat Bahasa Jawa di Kudus, Juara Bakal Melaju ke Tingkat Provinsi

BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 183 siswa dari 32 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Kudus mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat SMP Kabupaten Kudus di Pusat Belajar Guru (PBG), Kamis (24/9/2026). Sedikitnya ada tujuh cabang yang dilombakan untuk mendekatkan bahasa dan sastra Jawa kepada generasi muda.

Ketua MGMP Guru Bahasa Jawa SMP Kabupaten Kudus, Noor Erlina Widiastuti, mengatakan jumlah peserta tahun ini mengalami penurunan sekitar 50 persen dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Hal itu menyusul adanya aturan dari tingkat provinsi yang menggabungkan kategori putra dan putri dalam setiap cabang lomba.

“Untuk Kudus saat ini hanya 183 peserta dari tujuh cabang lomba,” bebernya saat ditemui di sela kegiatan, Kamis (24/9/2026).

-Advertisement-

Tujuh cabang yang dilombakan meliputi sesorah dengan 25 peserta, komedi tunggal 19 peserta, membaca geguritan 32 peserta, mendongeng 24 peserta, nulis aksara Jawa 28 peserta, sesorah Jawa 30 peserta, dan macapat 25 peserta.

Meski jumlah peserta berkurang, Erlina menilai pelaksanaan FTBI tetap menjadi ruang penting untuk mendekatkan bahasa dan sastra Jawa kepada generasi muda.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan digitalisasi membuat penggunaan bahasa daerah menghadapi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, kegiatan seperti FTBI menjadi salah satu cara untuk menjaga agar bahasa, sastra, dan budaya Jawa tetap dekat dengan kehidupan siswa.

“Di era yang sudah tergempur dengan berbagai macam modernisasi dan digitalisasi, kami berusaha untuk selalu melestarikan budaya, bahasa, dan sastra Jawa. Salah satunya dengan mendekatkannya kepada anak-anak melalui FTBI ini,” jelasnya.

Baca juga : Kudus Fashion on the Street Meriah, Pejabat Turut Promosikan Produk UMKM Lokal

Ia menambahkan, setiap juara pertama dari tujuh cabang lomba akan menjadi wakil Kabupaten Kudus pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ajang tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober di Universitas Ngudi Waluyo, Semarang.

Pihaknya berharap para siswa yang nantinya menjadi wakil Kudus dapat membawa kemampuan terbaiknya di tingkat provinsi. Namun, lebih dari sekadar kompetisi, melalui kegiatan tersebut pihaknya memiliki tujuan untuk menjaga keberadaan bahasa Jawa di tengah perubahan zaman.

Selain itu, menurut dia, penggunaan bahasa Jawa dalam FTBI juga tidak harus menggunakan satu dialek tertentu. Peserta diperbolehkan menggunakan dialek daerah masing-masing.

Hal itu karena bahasa Jawa memiliki beragam dialek. Bahkan, antardaerah di Jawa Tengah memiliki ciri khas pengucapan yang berbeda. Dialek Kudus, misalnya, memiliki perbedaan dengan dialek Semarang, Pati, maupun Tegal.

“Setiap daerah punya ciri khas masing-masing. Jadi tidak harus menggunakan dialek Solo. Peserta boleh menggunakan dialek daerahnya,” katanya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER