BETANEWS.ID, KUDUS – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kudus pada 2026 menjadi salah satu momen terakhir yang menggunakan tanggal 23 September. Mulai 2027, Hari Jadi Kudus direncanakan bergeser menjadi 23 Agustus berdasarkan hasil kajian sejarah yang telah dilakukan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, perubahan tersebut berkaitan dengan upaya menyesuaikan penetapan Hari Jadi dengan sejarah berdirinya Kabupaten Kudus. Rencana itu disampaikannya saat memimpin Apel Hari Jadi ke-477 Kabupaten Kudus di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (23/9/2026).
Dasar penentuan tanggal baru tersebut salah satunya merujuk pada prasasti yang terdapat di mihrab Masjid Al-Aqsa atau Masjid Menara Kudus. Prasasti itu mencantumkan tanggal 19 Rajab 956 Hijriah yang berdasarkan hasil konversi bertepatan dengan 23 Agustus 1549 Masehi.
“Perubahan ini menjadi upaya untuk semakin mendekatkan Hari Jadi dengan sejarah dan jati diri Kudus. Kami berkomitmen mengawal prosesnya sampai ditetapkan dalam regulasi daerah, sehingga memiliki landasan hukum yang kuat dan jelas,” kata Sam’ani.
Di sisi lain, Sam’ani meminta peringatan Hari Jadi tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, perjalanan pembangunan Kudus membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dunia usaha, pemangku kepentingan, hingga masyarakat.
“Capaian yang telah kita raih merupakan hasil dari kerja bersama. Karena itu, kolaborasi dan sinergi seluruh elemen perlu terus kita jaga. Kondusivitas dan kerukunan menjadi modal penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sam’ani kemudian mengaitkan semangat tersebut dengan nilai Urup Nguripi yang menjadi bagian dari semangat pembangunan Kudus. Ia mengajak masyarakat menggunakan peringatan Hari Jadi sebagai dorongan untuk terus belajar, berkarya, dan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
“Semangat Urup Nguripi harus kita maknai sebagai dorongan untuk terus memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Kudus. Mari bersama-sama berkontribusi sesuai kemampuan kita, menjaga kebersamaan, dan melanjutkan pembangunan menuju Kudus yang sejahtera, harmoni, dan takwa,” tuturnya.
Sementara itu, rangkaian peringatan Hari Jadi ke-477 masih akan berlangsung hingga akhir September. Agenda berikutnya di antaranya Rekor MURI Tari Lajur Caping Kalo dan Konser Musik Puncak Hari Jadi pada Sabtu (26/9/2026), disusul Scooter Go Green Rolling Sareng 2026 pada Minggu (27/9/2026).
Editor: Kholistiono

