Pengembangan Pusat Perbelanjaan di Eks Gedung Ngasirah Kudus Dilakukan Bertahap

BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan kawasan eks Gedung Ngasirah di Kabupaten Kudus hingga kini belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. Proses pembangunan kawasan yang direncanakan menjadi pusat perbelanjaan dan fasilitas komersial tersebut dilakukan secara bertahap.

Kondisi itu membuat pengembangan kawasan eks Gedung Ngasirah belum terlihat secara menyeluruh. Padahal, kawasan tersebut nantinya direncanakan diisi sejumlah fasilitas, mulai dari pusat perbelanjaan, restoran hingga gedung pertemuan.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus, Djati Solechah, menjelaskan, lambatnya perkembangan pembangunan tersebut berkaitan dengan pola pembiayaan yang dilakukan secara bertahap.

-Advertisement-

Menurutnya, pembangunan yang sudah selesai saat ini merupakan bagian dari tahap pertama. Sementara bagian lainnya masih akan dilanjutkan pada tahapan berikutnya.

“Yang rampung memang tahap pertama. Pembiayaannya masing-masing bertahap,” kata Djati saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (21/9/2026).

Baca juga : Transaksi Galeri Dekranasda Kudus Tembus Rp65 Juta, 300 Produk UMKM Dipasarkan

Ia menyebut pengembangan kawasan tersebut tidak hanya mencakup satu bangunan. Nantinya, terdapat sejumlah fasilitas yang akan mengisi kawasan eks Gedung Ngasirah, di antaranya Solaria, Superindo, gedung pertemuan, serta fasilitas lainnya.

“Ada perusahaan di Kudus, yaitu PT Sukun, yang juga tertarik ambil tenan di situ. Di mana tenan tersebut rencananya akan dibuat rumah makan Padang di belakang gedung Solaria,” jelasnya.

Dengan konsep tersebut, pembangunan kawasan tidak dilakukan sekaligus dalam satu tahap. Masing-masing bagian memiliki tahapan pembangunan dan pembiayaan tersendiri sehingga perkembangan kawasan secara keseluruhan berjalan secara bertahap.

Djati juga belum dapat memberikan penjelasan lebih jauh mengenai keseluruhan investasi maupun pihak yang menangani masing-masing fasilitas. Informasi mengenai investasi dan pengembangan setiap bagian masih perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Lambannya pembangunan ini membuat kawasan eks Gedung Ngasirah hingga kini belum sepenuhnya berubah menjadi pusat perbelanjaan seperti rencana awal. Masyarakat masih harus menunggu penyelesaian tahapan pembangunan berikutnya sebelum seluruh fasilitas di kawasan tersebut dapat beroperasi.

Ke depan, setelah seluruh tahapan pembangunan rampung, kawasan eks Gedung Ngasirah diharapkan tidak hanya menjadi lokasi pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi kawasan komersial dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk restoran dan gedung pertemuan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER