Dua Museum di Kudus Dapat Alokasi Revitalisasi, Total Capai Rp5 Miliar

BETANEWS.ID, KUDUS – Dua museum di Kabupaten Kudus mendapat perhatian pemerintah pusat. Kementerian Kebudayaan RI mengucurkan total Rp5 miliar melalui APBN 2026 untuk merevitalisasi Museum Patiayam dan Museum Kretek.

Masing-masing museum memperoleh anggaran Rp2,5 miliar. Namun, revitalisasi kali ini tidak sekadar menyentuh tampilan fisik bangunan, melainkan diarahkan untuk membenahi isi museum, terutama penataan interior dan penyusunan kembali narasi sejarah yang disampaikan kepada pengunjung.

Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, mengatakan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki kualitas museum di daerah.

-Advertisement-

“Sesuai arahan Pak Presiden Prabowo, ada dua museum di Kudus yang akan kita perbaiki,” ujar Giring saat kunjungan kerja di Kudus, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Giring, museum seharusnya tidak hanya menjadi tempat menyimpan berbagai benda bersejarah. Koleksi yang dipamerkan perlu memiliki alur cerita yang mampu membantu pengunjung memahami peristiwa dan konteks sejarah di balik benda tersebut.

Ia menilai masih terdapat museum yang memiliki banyak koleksi menarik, tetapi belum didukung narasi atau alur cerita yang kuat.

“Memperbaiki museum tidak hanya fisiknya saja, tetapi juga menguatkan narasinya,” katanya.

Karena itu, penataan interior kedua museum akan disesuaikan dengan narasi sejarah yang ingin dibangun. Koleksi yang ada nantinya tidak sekadar dipajang, tetapi dihubungkan dengan cerita sehingga pengunjung dapat memahami perjalanan sejarah yang ingin disampaikan.

“Ini yang jadi tantangan, pelan-pelan kita perbaiki. Koleksinya banyak, tetapi kita pilih narasi kuat karena yang paling penting narasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Kebudayaan Disbudpar Kudus, Arief Zulfa Tanjung, mengatakan seluruh proses revitalisasi kedua museum tersebut menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Mulai dari tahap perencanaan hingga pengawasan, kata dia, dilakukan langsung oleh Kementerian Kebudayaan. Program tersebut telah dimulai sejak Agustus 2026.

“Pengerjaan sepenuhnya dari perencanaan hingga pengawasan langsung dari kementerian, mulai dari Agustus 2026,” terangnya.

Ia menjelaskan, pekerjaan lebih difokuskan pada penataan ruang bagian dalam museum. Konsep penataan interior akan mengikuti narasi sejarah yang telah disusun sehingga pengunjung nantinya dapat mengikuti rekam peristiwa masa lalu secara lebih runtut.

“Jadi revitalisasi ini untuk menata interior agar narasi sejarah di museum lebih tertata rapi,” jelasnya.

Program revitalisasi dua museum tersebut ditargetkan selesai pada akhir 2026. Setelah penataan rampung, Museum Patiayam dan Museum Kretek diharapkan tidak hanya tampil dengan interior yang lebih tertata, tetapi juga mampu menyampaikan cerita sejarah secara lebih kuat kepada masyarakat.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER