Diproyeksikan Jadi Feeder Trans Jekuti, Asa Baru bagi Angkutan Lokal Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Angkutan kota dan pedesaan di Kabupaten Kudus berpeluang mendapat peran baru seiring rencana pengembangan layanan transportasi Trans Jekuti (Jepara-Kudus-Pati). Angkutan yang selama ini melayani perjalanan masyarakat tersebut tengah diarahkan menjadi feeder atau pengumpan yang menghubungkan penumpang dengan halte Trans Jekuti.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus Mundir mengatakan, konsep Trans Jekuti yang disiapkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bukan untuk serta-merta menggantikan angkutan lokal. Kendaraan yang sudah beroperasi di Kudus justru berpotensi diintegrasikan sebagai moda lanjutan dari halte menuju tujuan masyarakat.

“Konsep yang ditawarkan dari Jawa Tengah dengan Trans Jekuti ini nanti ada penataan kembali. Mereka akan difungsikan sebagai angkutan feeder dari halte-halte yang disediakan,” kata Mundir di Kantor Dishub Kudus belum lama ini.

-Advertisement-

Dengan pola tersebut, penumpang yang turun dari bus Trans Jekuti nantinya dapat meneruskan perjalanan menggunakan angkutan lokal. Skema ini memungkinkan layanan transportasi antarkabupaten terhubung dengan jaringan angkutan yang sudah lebih dulu beroperasi di dalam wilayah Kudus.

Meski demikian, Mundir menyebut rancangan trayek maupun kebutuhan armada feeder belum ditetapkan. Dishub Kudus masih menunggu hasil perencanaan dan survei yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada 2026.

“Trayeknya kami menunggu yang dari provinsi. Perencanaannya di tahun 2026 ini, tetapi belum final,” jelasnya.

Baca juga : Hari Jadi Kudus Bakal Berubah Mulai 2027, Bupati Ungkap Dasar Sejarahnya

Kebutuhan kendaraan feeder juga belum ditentukan karena jumlahnya akan mengikuti hasil survei lapangan. Dalam proses tersebut, Dishub Kudus berada pada posisi mendampingi perencanaan yang dilakukan pemerintah provinsi.

“Kalau jumlah nanti disesuaikan dengan hasil survei. Hasil surveinya dari sana, bukan dari kami. Kami hanya mendampingi,” ungkap Mundir.

Untuk lokasi pemberhentian, Terminal Getas menjadi salah satu titik yang masuk dalam rencana. Selain itu, pemberhentian juga direncanakan berada di kawasan Jetak, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

“Titik pemberhentian, iya. Di Getas dengan yang di Jetak, dua itu saja,” katanya.

Mundir menambahkan, fasilitas terminal yang berada di wilayah Kudus merupakan aset milik pemerintah kabupaten. Karena itu, kebutuhan penataan atau perbaikan fasilitas nantinya akan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

Besaran anggaran untuk kebutuhan tersebut belum diketahui karena rancangan program masih dalam proses penyusunan dan pembahasan. Pemerintah daerah masih menunggu desain penataan yang lebih rinci dari pemerintah provinsi.

Sementara itu, koridor utama Trans Jekuti telah diarahkan menghubungkan Jepara, Kudus, dan Pati secara dua arah. Namun, jalur detail yang akan digunakan bus tersebut hingga kini belum ditetapkan.

“Rutenya dari Jepara ke Pati dan sebaliknya. Hanya saja rute spesifik lewat mana belum dipastikan,” terang Mundir.

Program Trans Jekuti ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Sebelum masuk tahap pelaksanaan, pemerintah masih perlu mematangkan sejumlah hal, mulai dari trayek, lokasi halte, kebutuhan armada, hingga pola integrasi dengan angkutan lokal.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER