BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengusulkan sekolah di wilayah Kecamatan Bae untuk menjadi sekolah integrasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Pasalnya, di wilayah tersebut terdapat sekolah dengan berbagai jenjang yang saling berdekatan.
Sepanjang Jalan UMK tersebut terdapat SD Negeri 5 Dersalam, ke utara sekira 50 meter ada SMP Negeri 2 Bae, SMP Negeri 3 Bae, dan SMA Negeri 2 Bae.
Kabid Pendidikan Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan usulan tersebut saat ini masih dalam tahap verifikasi di kementerian. Keputusan akhir masih menunggu hasil evaluasi dari pemerintah pusat.
“Awalnya setiap kecamatan diusulkan, kecuali Jati dan Kaliwungu karena tidak ada SMA. Setelah pembahasan, akhirnya mengerucut di Kecamatan Bae,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Program Sekolah Integrasi merupakan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara menyeluruh. Konsepnya menggabungkan jenjang pendidikan dari SD hingga SMA atau SMK dalam satu sistem terpadu.
“Konsep ini memungkinkan siswa menempuh pendidikan berkelanjutan dalam satu kawasan. Selain itu, pengelolaan sekolah juga dilakukan secara terintegrasi,” bebernya.
Anggun menjelaskan, ide program ini muncul dari hasil kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke luar negeri. Di sana, terdapat contoh sekolah lintas jenjang yang berada dalam satu lokasi.
Baca juga: Pemkab Kudus Tunggu Juknis WFH, Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan
“Konsep tersebut kemudian diadopsi dan dikembangkan oleh Kemendikdasmen dan mendorong implementasinya di berbagai daerah,” tuturnya.
Jika program ini berjalan, kata dia, sekolah yang tergabung akan berada di bawah satu manajemen. Nantinya akan ada seorang direktur yang membawahi kepala sekolah di tiap jenjang.
“Pengelolaan anggaran dan operasional juga akan ditangani langsung oleh kementerian. Termasuk di dalamnya penyediaan sarana prasarana hingga sistem penerimaan siswa baru,” sebutnya.
Dia menuturkan, sekolah integrasi ini nantinya berada langsung di bawah pembinaan Kemdikdasmen. Sistem ini diharapkan meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.
Lebih lanjut, ia menegaskan program ini berbeda dengan Sekolah Rakyat maupun Sekolah Unggul Garuda. Ketiganya merupakan program berbeda yang akan berjalan beriringan.
“Sekolah Rakyat berada di bawah Kementerian Sosial. Sementara Sekolah Unggul Garuda di bawah Kemendikti,” tambahnya.
Jika terealisasi, program ini berpotensi mengubah wajah pendidikan di daerah. Integrasi antar jenjang dinilai bisa meningkatkan efisiensi sekaligus kualitas pembelajaran.
Editor: Kholistiono

