31 C
Kudus
Minggu, Januari 25, 2026

Siswa di Jepara yang Terpapar Ideologi Ekstrem Ternyata Korban Bullying dan Bukan Target Utama 

BETANEWS.ID, JEPARA – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jepara, Ony Sulistijawan mengatakan siswa di Jepara yang diduga terpapar ideologi ekstrem merupakan korban bullying. 

Sebelumnya, pada Rabu, (7/1/2026) Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merilis terdapat anak berusia 14 tahun di Kabupaten Jepara yang diduga terpapar ideologi kekerasan ekstrem. Anak ini merupakan siswa salah satu sekolah yang berniat menjadi pelopor kekerasan di sekolahnya.

Baca Juga: 11 Siswa SDN 2 Jatibarat Jepara Diduga Keracunan Jajan dari Pedagang Keliling 

-Advertisement-

Siswa itu telah diamankan Densus 88. Kasusnya diketahui sejak Oktober 2025. Densus menampilkan rekaman video anak tersebut yang memperagakan tindakan menggunakan senjata api dan melakukan penembakan di sekolahnya. Tindakan itu merupakan simulasi sang anak sebelum beraksi. 

Menanggapi peristiwa itu, Ony mengungkapkan sebelumnya ia memang pernah dihubungi oleh pihak Densus 88 untuk berkoordinasi terkait adanya salah satu pelajar di Jepara yang terpapar ideologi ekstrem. 

“Sebelumnya memang Densus 88 memang sudah berkoordinasi, itu berbarengan dengan peristiwa pengeboman di SMA 7 Jakarta,” katanya melalui sambungan telepon, Kamis (8/1/2026). 

Dari informasi yang dia terima, Oni mengatakan kasus dugaan pelajar di Jepara yang diduga terpapar ideologi ekstrem itu merupakan pengembangan kasus pengembangan di SMA 7 Jakarta. 

Dalam rilis yang disampaikan Densus 88, pelajar di Jepara merupakan anggota grup true crime community (TCC). Namun Ony memastikan jika anak tersebut bukan admin, sehingga bukan menjadi target utama. 

“Target utamanya yang jadi admin, yang dari Jepara hanya anggota grup. Dari informasi yang kami terima, pelajar yang di Jepara bukan target utama,” kata Oni. 

Pelajar tersebut menurut Oni merupakan korban bullying dan sering diabaikan oleh teman di lingkungan sekolah. Sehingga ia kemudian bergabung dalam grup TCC. Namun tindakan persisnya, ia belum mengetahui secara pasti. Pasalnya, kasus itu ditangani langsung oleh Densus 88.

“Jadi munculnya itu akibat korban bullying, kemudian masuk ke grup itu,” tambahnya. 

Baca Juga: Sering Dikomplain Airnya Tak Keluar, Tagihan Pelanggan di PDAM Jepara Ternyata Capai Rp15 Miliar 

Untuk mengantisipasi hal serupa, Bakesbangpol Jepara menurutnya akan berupaya untuk melakukan pencegahan. Di antaranya melalui program pembinaan ideologi Pancasila bagi pelajar. Program ini bahkan telah menyasar sampai pondok pesantren yang ada di Jepara.

”Kami bekerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila untuk menjalankan program pembinaan kepada siswa dan santri di Jepara,” jelasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER